Login / Daftar
Koreksi Fiskal Positif dan Negatif, Apa Bedanya? 1:21
0:00
1:21

Koreksi Fiskal Positif dan Negatif, Apa Bedanya?

Lili Fajri Dailimi Certified Tax Consultant / Tax Specialist / Tax Compliance / Tax Audit / Account 5 Batch 5 Kelas
Laba yang dipakai untuk menghitung pajak badan bukan laba di laporan laba rugi komersial. Akuntansi punya aturan mainnya sendiri, pajak punya aturan mainnya sendiri, dan selisih pengakuan penghasilan serta biaya di antara keduanya harus diselesaikan lewat koreksi fiskal. Koreksi fiskal terbagi dua. Koreksi fiskal positif adalah penyesuaian yang membuat utang pajak bertambah, misalnya biaya yang dibukukan perusahaan tetapi tidak diperbolehkan menjadi pengurang secara pajak. Ketika biaya itu dikeluarkan dari perhitungan, laba kena pajaknya jadi lebih besar dan pajaknya ikut naik. Contoh yang sering muncul: beban pajak penghasilan itu sendiri, dan pembayaran ke pihak yang punya hubungan afiliasi dengan nilai di luar kewajaran. Sebaliknya, koreksi fiskal negatif adalah penyesuaian yang membuat utang pajak berkurang. Memahami arah koreksi ini penting sebelum menyusun SPT Tahunan Badan, karena perusahaan yang tidak pernah menghitung koreksinya sendiri baru tahu ada masalah setelah diperiksa. Expert: Lili Fajri Dailimi Materi ini bagian dari kelas "Pahami Aturan Terbaru Pajak 2024 Agar Tidak Boncos" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim atau perusahaan: https://taalenta.id/pjk/ #KoreksiFiskal #PajakBadan #RekonsiliasiFiskal #SPTTahunan #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Nah, koreksi fiskal sendiri ada dua ya, yaitu ada koreksi fiskal positif dan ada koreksi fiskal negatif. Nah, apa sih perbedaannya? Nah, untuk koreksi fiskal positif ya, dia adalah perbaikan yang dilakukan pada catatan penghasilan dan biaya yang memiliki efek penambahan jumlah pajak ya. Jadi ketika misalkan ada koreksi gitu ya, yang dia ending ataupun hasil outputnya itu menyebabkan kita nambah ee hutang pajaknya ya, positif gitu ya, menambah hutang pajak, maka dia masuk kategori koreksi fiskal positif ya. Jadi positif di sini adalah menambah utang pajak kita keus gitu ya, ke kantor pajak. Contohnya apa ya? Contohnya misalkan akibat adanya ee koreksi atas biaya-biaya ya. Misalkan secara komersil gitu ya, secara perusahaan itu kita biayakan tapi secara pajak itu tidak diperbolehkan ya. Maka kan ketika biaya tersebut dikoreksi ataupun dihilangkan, jadi nanti penghasilan ataupun net profitnya jadi akan lebih besar ee sehingga endingnya pajaknya akan lebih [musik]