Login / Daftar
NAB Kebisingan: 85 dB Boleh 8 Jam, 94 dB Cuma 1 Jam 1:02
0:00
1:02

NAB Kebisingan: 85 dB Boleh 8 Jam, 94 dB Cuma 1 Jam

Johnny Harto Putro QMS and HSE MS Consultant and Trainer / CSMS Consultant / ToT 4 BNSP / Lead Auditor ISO 9001:2015 / Auditor ISO 45001:2018 / Auditor ISO 14001:2015 / ISO 55001:2014 16 Batch 7 Kelas
Kebisingan itu semua suara yang tidak dikehendaki. Yang sering tidak disadari: batas amannya bukan cuma soal berapa keras, tapi berapa LAMA telinga terpapar. Nilai Ambang Batas (Permenaker No. 5 Tahun 2018): 85 dB - boleh 8 jam sehari 88 dB - maksimal 4 jam 91 dB - maksimal 2 jam 94 dB - maksimal 1 jam Perhatikan polanya: setiap naik 3 dB, waktu paparan yang diizinkan dipotong SETENGAH. Bukan turun sedikit - setengah. Di lapangan, pemasangan paku bumi kedengaran "deng… deng…" dari jauh. Artinya di dekatnya jauh di atas 90 dB. Tapi masih sering terlihat pekerja tanpa earplug atau earmuff. Ini bukan soal kenyamanan - pada level itu, gendang telinga bisa rusak permanen. Itu sebabnya tes kebisingan (audiometri) hampir selalu masuk paket medical check-up pekerja industri. Materi ini bagian dari kelas "K3 Umum dan Lingkungan Kerja" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/kul/

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Yang berikutnya kebisingan ya, semua suara yang tidak dikehendaki. Nah, ini berdasarkan desibel ya. Untuk 85 dB itu kita bisa kerja 8 jam penuh gak masalah. Tapi kalau sudah 88 maksimum 4 jam. Sudah 91 maksimum 2 jam. 94 maksimum 1 jam dan seterusnya ya. Kalau enggak tuli, Mas, bisa pecah gendang kita. Ya, kadang-kadang saya lihat Anda kalau lihat pemasangan paku bumi, pemasangan paku bumi itu dari jauh pasti kedengaran deng deng. Nah, saya pernah melihat secara dekat pekerjaannya itu enggak pakai earplug atau earmaf. Padahal itu saya yakin lebih dari 90 DB pasti ya. Makanya salah