Login / Daftar
Hierarki Pengendalian Bahaya: APD Justru yang Paling Tidak Efektif 0:51
0:00
0:51

Hierarki Pengendalian Bahaya: APD Justru yang Paling Tidak Efektif

Johnny Harto Putro QMS and HSE MS Consultant and Trainer / CSMS Consultant / ToT 4 BNSP / Lead Auditor ISO 9001:2015 / Auditor ISO 45001:2018 / Auditor ISO 14001:2015 / ISO 55001:2014 16 Batch 7 Kelas
Banyak yang mengira K3 itu soal "yang penting pakai helm dan rompi". Padahal di hierarki pengendalian bahaya, APD justru ada di urutan PALING BAWAH - artinya paling tidak efektif. Urutan dari yang paling efektif: 1. ELIMINASI - hilangkan bahayanya sama sekali 2. SUBSTITUSI - ganti dengan bahaya yang lebih rendah 3. ENGINEERING CONTROL - isolasi pekerja dari bahaya (barier, mesin, teknologi) 4. PENGENDALIAN ADMINISTRATIF - ubah SOP, edukasi, pelatihan 5. APD - pilihan terakhir, bukan pertama Kalau perusahaan langsung lompat ke APD tanpa mempertimbangkan empat level di atasnya, bahayanya sebenarnya belum dikendalikan - cuma dipindahkan ke tubuh pekerja. Materi ini bagian dari kelas "K3 Umum dan Lingkungan Kerja" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/kul/

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Nah, setelah Anda tadi penilaian tadi ya, kemudian Anda kendalikan dengan hierarki yang paling efektif itu dengan eliminasi menghilangkan bahayanya [berdehem] tidak bisa turun substitusi mengganti bahaya dengan yang lebih rendah bahayanya. Kemudian engineering control, mengisolasi pekerja ya. Kemudian menggunakan teknologi, menggunakan isolasi ini berarti bisa barier ya, barier mesin dan sebagainya. Kemudian pengendalian administrasi merubah SOP dan juga dengan edukasi pelatihan dan yang paling tidak efektif adalah APD. [musik] Yeah.