Login / Daftar
Kenapa Pekerja Cuma Aman Saat Diawasi? 1:19
0:00
1:19

Kenapa Pekerja Cuma Aman Saat Diawasi?

Johnny Harto Putro QMS and HSE MS Consultant and Trainer / CSMS Consultant / ToT 4 BNSP / Lead Auditor ISO 9001:2015 / Auditor ISO 45001:2018 / Auditor ISO 14001:2015 / ISO 55001:2014 16 Batch 7 Kelas
Pengawasan K3 sering dianggap sudah cukup kalau pengawasnya rajin keliling. Kenyataan di lapangan berbeda: begitu pengawas lewat, pekerja melepas lagi safety goggles dan safety shoes-nya. Johnny Harto Putro menyebut beberapa hal yang membuat pengawasan K3 lemah. Jumlah pengawasnya memang kurang. Budaya K3 belum terbentuk, sehingga pekerja bertindak aman hanya saat merasa sedang diawasi. Banyak pekerja juga belum kompeten soal K3 tapi sudah dituntut bekerja. Ditambah satu masalah yang jarang dibicarakan: pengawas K3-nya sendiri sering belum kompeten. Selama keselamatan masih bergantung pada ada atau tidaknya pengawas di lokasi, perilaku aman itu bukan budaya, cuma reaksi sesaat. Expert: Johnny Harto Putro Materi ini bagian dari kelas "Pelatihan & Sertifikasi BNSP Pengawas K3 Migas" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim atau perusahaan: https://taalenta.id/spk/ #K3 #K3Migas #BudayaK3 #PengawasK3 #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Kenapa pengawasan K3? Ya bisa jadi karena jumlah orangnya tidak. Yang kedua belum terbentuk budaya K3 ya. Jadi orang akan bekerja sesuai dengan kaidah K3. Begitu pengawasnya tadi lewat dia kembali lagi. Tidak pakai safety Google, gak pakai safety Sus ya. Jadi belum terbentuk budaya. Jadi dia bekerja hanya kalau diawasi ee dia akan bertindak selayaknya ya. Kemudian juga belum kompetensi ya kompeten tentang K3 itu sendiri tetapi sudah dipaksa untuk bekerja ya. Jadi banyak di makanya saya ambil kurangnya pengawasan itu menjadi salah satu penyebab ya. Belum lagi pengawas K3-nya juga belum kompeten ya. [musik] Yeah.