Login / Daftar
Sertifikasi ISO Itu Sukarela, Ini yang Membuatnya Jadi Wajib 1:17
0:00
1:17

Sertifikasi ISO Itu Sukarela, Ini yang Membuatnya Jadi Wajib

Johnny Harto Putro QMS and HSE MS Consultant and Trainer / CSMS Consultant / ToT 4 BNSP / Lead Auditor ISO 9001:2015 / Auditor ISO 45001:2018 / Auditor ISO 14001:2015 / ISO 55001:2014 16 Batch 7 Kelas
Standar ISO sifatnya opsional. Tidak ada konsekuensi hukum kalau sebuah perusahaan memilih untuk tidak memakainya. Yang mengubahnya jadi wajib adalah pelanggan: begitu pelanggan mensyaratkan sertifikasi, standar itu berubah jadi kewajiban. Di industri mana pun ada empat lapis persyaratan yang perlu dipenuhi. Pertama, persyaratan hukum di tempat organisasi beroperasi, sifatnya wajib dan konsekuensinya nyata, mulai dari teguran sampai izin usaha dicabut. Kedua, standar produk sesuai barang atau jasa yang dijual, juga wajib, karena produk yang tidak mengikutinya tidak akan diterima pasar. Ketiga, standar ISO, yang awalnya tidak wajib. Keempat, persyaratan pelanggan, yang baru mengikat kalau pelanggan memang memintanya. Expert: Johnny Harto Putro. Materi ini bagian dari kelas "Energy Management System ISO 50001:2018 Awareness" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim atau perusahaan: https://taalenta.id/ems/ #ISO #ISO50001 #SistemManajemen #Sertifikasi #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Yang ketiga, standar ISO. Standar ISO hukum awalnya opsional atau tidak wajib. Tetapi begitu pelanggan meminta Anda harus tersertifikasi ISO, jadilah mandatory atau wajib. Hukum asalnya gak TK Torit. Anda mau pakai Rp50.000 silakan Anda pakai 9.001 pakai boleh enggak juga enggak apa-apa tidak ada konsekuensi hukum tidak ada yang maksa ya itu sifatnya standar ISO tetapi menjadi mandatori jika Nah pelanggan menginginkannya. Oke, yang keempat customer requirement. Persyaratan dari pelanggan. Kalau tidak ada persyaratan khusus dari pelanggan, ya tidak wajib. ya [musik]