Login / Daftar
Stop Work Saja Tidak Cukup, Ini Urutan Menghentikan Kerja Tidak Aman 1:42
0:00
1:42

Stop Work Saja Tidak Cukup, Ini Urutan Menghentikan Kerja Tidak Aman

Johnny Harto Putro QMS and HSE MS Consultant and Trainer / CSMS Consultant / ToT 4 BNSP / Lead Auditor ISO 9001:2015 / Auditor ISO 45001:2018 / Auditor ISO 14001:2015 / ISO 55001:2014 16 Batch 7 Kelas
Pertanyaannya sederhana: Anda melihat orang bekerja di ketinggian tanpa pengaman. Apa yang Anda lakukan? Jawaban yang paling sering muncul adalah hentikan pekerjaannya, dan itu benar. Masalahnya berhenti di situ saja belum menyelesaikan apa pun. Urutannya begini. Hentikan pekerjaan, lalu ajak orangnya ke tempat yang aman dan beri tahu bahwa yang dia lakukan itu tindakan tidak aman atau kondisi tidak aman. Pertanyaan pertama Anda bukan soal alat pelindung diri, melainkan soal kompetensi: sudah kompeten belum bekerja di ketinggian. Kalau jawabannya belum, pertanyaan berikutnya adalah dia melapor ke siapa. Dari situ rantainya naik. Panggil mandornya, karena kesalahan tidak berhenti di pundak pekerja. Tanyakan hal yang sama ke mandor, lalu ke kontraktor utama, lalu ke pemilik pekerjaan. Itulah yang disebut accountability, dan itu yang membedakan tindakan yang sistematis dari sekadar menegur satu orang di lapangan. Expert: Johnny Harto Putro. Materi ini bagian dari kelas "K3 Migas dan Pertambangan" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim atau perusahaan: https://taalenta.id/kmt/ #K3 #StopWork #KeselamatanKerja #BekerjaDiKetinggian #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Stop work ya. Stop work diajak ke tempat yang aman di mana Anda berdiri, Anda beritahukan bahwa pekerjaannya itu unsafe dan unsafe condition. Berikutnya yang Anda tanya adalah kompetensi. Mas, sampean sudah kompeten belum bekerja di ketinggian? Itu pertanyaan yang pertama kan dari tadi yang kita bahas kompetensi. Nah, kalau melihat fotonya seperti ini berarti dia enggak kompeten. Begitu tidak kompeten sudah Anda lapor ke siapa? Ke mandor. Panggil mandormu untuk ke sini. Ini namanya accountability yang terhitung. Jadi kesalahan itu bukan hanya di pundaknya masnya ini ya. Panggillah mandor mandornya. Apa yang kita kasih tahu persis dengan pekerjanya? Ini berbahaya. Anda mempekerjakan unsafe unsafe condition. Pak Mandor, Pak Supervisor sudah kompeten belum? Belum, Pak. Makanya saya enggak tahu. Saya nyuruh dia. Oke. Bapak lapor ke siapa? Saya lapor ke kontraktor, Pak. Main kontraktor. Panggil main kontraktormu. Lakukan accountability. Main kontraktor sama. Anda lapor siapa ke owner. Panggil ownermu ke sini. [musik] H