Login / Daftar
Cara Menilai Risiko K3: Kemungkinan Dikali Keparahan 1:10
0:00
1:10

Cara Menilai Risiko K3: Kemungkinan Dikali Keparahan

Johnny Harto Putro QMS and HSE MS Consultant and Trainer / CSMS Consultant / ToT 4 BNSP / Lead Auditor ISO 9001:2015 / Auditor ISO 45001:2018 / Auditor ISO 14001:2015 / ISO 55001:2014 16 Batch 7 Kelas
Penilaian risiko K3 dilakukan setelah bahaya diidentifikasi dan dianalisis. Caranya dengan memadukan dua hal: seberapa besar kemungkinan atau frekuensi suatu peristiwa bahaya terjadi, dan seberapa parah keparahan atau dampak kerugiannya. Hasil perpaduan itu dibandingkan dengan kriteria standar risiko yang dapat ditoleransi. Kriteria dan parameternya diserahkan pada masing-masing organisasi, tetapi kategori penilaiannya mengikuti standar. Penilaian risiko juga bersifat dinamis: kondisi yang aman hari ini bisa berubah besok, sehingga perlu ditinjau ulang secara berkala. Expert: Johnny Harto Putro. Materi ini bagian dari kelas "Safety Management System" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim atau perusahaan: https://taalenta.id/sms/ #K3 #PenilaianRisiko #ManajemenRisiko #ISO45001 #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

ya, suatu proses pengkajian risiko dan ketidakpastian dilakukan secara sistematis dan terus-menerus. Ya, tadi kalau JSA-nya Anda buat hari ini terang benderang, nanti malam hujan besok harus di-review, enggak bisa dipakai lagi ya. Harus di-review mungkin ditambah ya. Setelah identifikasi dan analisa ya, yaitu berdasarkan akibat, konsekuens atau severity. Kemungkinan probability atau bahasanya sama. Kadang-kadang yang pakai probability, ada yang pakai likhood ya, ada yang pakai konsquuen, ada yang pakai severity tapi sama ya. Setelah itu dinilai dievaluasi ya menilai suatu risiko dengan membirikan dengan tingkat standar termasuk juga yang dimaksud penyal adalah memadukan nilai kekerapan frekuensi terjadinya peristiwa dengan keparahan, kerugian, dampak [musik]