Login / Daftar
Kalau Peta Karier Jelas, Karyawan Bekerja Lebih Tenang 1:33
0:00
1:33

Kalau Peta Karier Jelas, Karyawan Bekerja Lebih Tenang

Kunto Wibisono Praktisi NLP & Fasilitator SDM 5 Batch 1 Kelas NLP, Neuro-Linguistic Programming, Dosen, Fasilitator Pengembangan SDM
Peta karier di perusahaan biasanya dibicarakan sebagai urusan SDM: career path, manajemen talenta, indikator keberhasilan. Kunto Wibisono melihatnya dari sudut lain. Menurutnya, saat sebuah perusahaan menyusun peta karier yang jelas, perusahaan itu sedang menerapkan prinsip outcome dalam NLP, cuma dengan istilah yang berbeda. Efeknya terasa di orangnya: karyawan yang bisa memperkirakan posisinya beberapa tahun ke depan bekerja dengan lebih tenang. Tempat kedua yang dia sebut adalah persiapan presentasi, dan di sini dia memakai pengalamannya sendiri. Dia pernah gagal presentasi dan pernah dikomplain, dan diagnosisnya bukan soal materi: outcome-nya tidak pernah dirinci sejak awal. Prinsip yang sama dipakai juga untuk coaching tim, saat membantu anggota tim merumuskan target performanya sendiri. Expert: Kunto Wibisono, S.E., M.Si., CHRA., CP. NLP Materi ini bagian dari kelas "NLP: Neuro-Linguistic Programming" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/nlp/ #NLP #PerencanaanKarier #CareerPath #Coaching #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Tujuan yang jelas itu bisa digunakan untuk apa? Satu, perencanaan karir. Ini jelas banget nih. Makanya kalau di perusahaan itu ada peta karir, karir pet. Kalau berkarirkan SDM bilang tujuannya apa sih? Itu penerapan NLP sebenarnya. Kalau carer pet jelas, orang itu bekerja itu akan lebih tenang. Orang bisa mengira-ira, oh 4 tahun lagi saya bisa menjadi supervisor, 6 tahun saya sudah bisa menjadi manajer. Itu perencanaan karir itu sering digunakan ya. Ya, kalau dalam teori SDM itu career pad ya, terus manajemen talenta. Tapi kalau dalam NLP ee kita tidak menyebut dengan istilah itu. Tetapi sebenarnya arahnya itu adalah menggunakan konsep-konsep tadi. Kemudian juga persiapan presentasi. Ini contoh paling sederhana Bapak dan Ibu. Saya pernah mengalami gagal presentasi. Pernah terus aja pernah dikomplain pernah enggak? Pernah gitu loh. Kenapa? Karena outcome saya enggak jelas. Jadi misalkan saya harus mempresentasikan materi A sebut saja gitu ya. Tetapi saya tidak merinci dengan jelas di situ, maka ya enggak akan berhasil. Tapi ketika saya merinci dengan jelas, nah itu akan lebih mudah. Nah, NLP itu adalah salah satu pola bagaimana kita bisa mendetailkan tujuan kita ke depan. [musik] Yeah.