Login / Daftar
Terjebak di Emosi Negatif? Putus Dulu State-nya Sebelum Cari yang Positif 1:26
0:00
1:26

Terjebak di Emosi Negatif? Putus Dulu State-nya Sebelum Cari yang Positif

Kunto Wibisono Praktisi NLP & Fasilitator SDM 5 Batch 1 Kelas NLP, Neuro-Linguistic Programming, Dosen, Fasilitator Pengembangan SDM
State negatif jarang hilang karena disuruh hilang. Duduk diam sambil mengingat ingat hal yang buruk justru memberi otak waktu untuk memperkuatnya. Karena itu langkah pertama bukan langsung melompat ke pikiran positif, melainkan memutus dulu state yang sedang berlangsung. Teknik itu disebut break state, dan bentuknya sengaja sederhana: gerakkan tubuh secara tiba tiba, berdiri, berjalan, ambil minum. Bisa juga dengan mengubah fokus perhatian atau mengubah pola napas. Tujuannya membawa diri ke kondisi netral lebih dulu, baru sesudah itu state positif bisa diakses. Sesudah netral, barulah teknik berikutnya masuk. Submodality shift bekerja pada detail dari gambaran yang kita simpan di kepala, misalnya bayangan pernah gagal presentasi karena mikrofon yang bermasalah. Mengubah state bukan berarti menyangkal emosi negatif atau berpura pura bahagia, melainkan punya kemampuan sadar untuk berpindah. Expert: Kunto Wibisono, S.E., M.Si., CHRA., CP. NLP Materi ini bagian dari kelas "NLP: Neuro-Linguistic Programming" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/nlp/ #NLP #BreakState #StateManagement #PengelolaanEmosi #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Oke. Nah, ini caranya bagaimana mengubah state negatif ke positif ya. Apa mungkin? Mungkin tadi sudah saya ceritakan bagaimana saya ketika mau nangis kemudian tiba-tiba bisa teringat ee biar tidak nangis. Nah, kalau secara teori ada teknik namanya break state. Ketika saya sudah mendapatkan ee emosi negatif nih, baru duduk nih, misalkan duduk diam, ingat sesuatu yang negatif oke langsung berdiri ambil minum. Itu namanya break state. Jadi saya tidak membiarkan otak saya memikirkan hal-hal buruk, tidak membiarkan otak saya mengingat-ingat di masa lalu. Itu break state. Oke. [mendengus] Kemudian ada submodality save. Ya, contoh praktis saya misalkan itu gampang cemas karena membayangkan saya pernah gagal presentasi. Tapi abaikan gambar tersebut. Yakinkan bahwasanya kita bayangkan misalkan ya saya dulu pernah gagal presentasi pernah. Jadi saya pada waktu itu sedang melakukan presentasi, tetapi mikropon yang saya gunakan itu nyetrum pada waktu itu. Kemudian secara tidak sengaja saya lepaskan. Nah, dari situ [musik]