Login / Daftar
NLP Tidak Bisa Memperbaiki Sistem Perusahaan, Hanya Komunikasinya 1:22
0:00
1:22

NLP Tidak Bisa Memperbaiki Sistem Perusahaan, Hanya Komunikasinya

Kunto Wibisono Praktisi NLP & Fasilitator SDM 5 Batch 1 Kelas NLP, Neuro-Linguistic Programming, Dosen, Fasilitator Pengembangan SDM
Seorang HRD dengan latar psikologi klinis bertanya soal kantor yang kulturnya hangat tapi tetap menuntut profesionalitas. Menurut Kunto Wibisono persoalannya bukan memilih di antara keduanya, melainkan membangun kultur yang hangat tanpa batasannya jadi kabur. SOP tetap berdiri sendiri; sistem tidak dibangun dengan NLP, yang dibantu NLP adalah komunikasinya. Hangat pada orang, tegas pada standar.

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

problem utamanya itu justru bukan memilih antara profesional saya sebagai seorang psikolog klinis atau posisi yang ada di perusahaan itu kekeluargaan. Enggak, tapi justru bagaimana agar saya bisa membangun satu sistem, satu sistem, satu kulturlah. satu kultur di perusahaan saya itu tetap hangat ya istilahnya tetapi enggak kabur batasannya itu enggak kabur. Nah, makanya di sini SOP tetap ya, SOP tetap. Nah, terus fungsi NLP apa? Jadi NLP itu ee sebagai satu keterampilan untuk komunikasi. Jadi sistemnya enggak pakai NLP, sistem tetap berdiri sendiri. Seperti problem tadi, NLP bisa bantu, enggak bisa. Tapi NLP bisa membantu untuk komunikasinya. Nah, dalam sistem terus yang diterapkan apa? Nah, dalam sistem harus diterapkan bahwasanya ada istilah gini. Mungkin kita bisa tetap kalau istilahnya hangat pada orang, tapi kita juga tetap tegas pada standar. Jadi [musik]