Login / Daftar
Kenapa Banyak Orang Indonesia Tidak Berani Bertanya 1:32
0:00
1:32

Kenapa Banyak Orang Indonesia Tidak Berani Bertanya

Guru Gembul Guru & Content Creator 1 Batch 1 Kelas
Pengajar selesai menerangkan lalu bertanya, ada yang mau ditanyakan. Di dalam hati ada pertanyaan, tapi mulut tidak bergerak. Rasanya tidak enak, takut salah, takut jadi perhatian orang. Hampir semua orang pernah mengalaminya, di kelas maupun di ruang rapat. Menurut Guru Gembul akarnya jauh lebih awal dari ruang kelas. Ada kebiasaan mengoreksi anak secara berlebihan: memecahkan gelas dimarahi habis-habisan, jatuh di jalan pun masih dimarahi. Anak belajar bahwa melakukan sesuatu berisiko mendapat teguran, pengucilan, atau sanksi. Yang tersisa saat dewasa adalah kebiasaan diam. Mengenali asal-usulnya adalah langkah pertama sebelum kebiasaan itu bisa diputus. Expert: Guru Gembul Materi ini bagian dari kelas "Meningkatkan Kepercayaan Diri" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/pde/ #BeraniBertanya #KepercayaanDiri #Keberanian #PengembanganDiri #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

semacam apa? Itu adalah kultur ketika si anak itu dihukum secara berlebihan ketika dia melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak dikehendakinya. Jadi di Indonesia itu, nah ini ini saya saya tanya sama orang-orang yang enggak pernah nanya nih. Saya nanya sama orang yang enggak nanya. Mungkinkah begini situasi dan kondisinya? Mungkinkah? Jadi waktu kecil kita mecahin gelas dimarahinnya luar biasa. Kita di jalan jatuh dimarahin juga tuh. Ah kamu mah dibilangin teh jangan lari-lari monyong monyong wyongyengyeng kayak gitu kan. Nah ini kultur ini budaya di Indonesia di mana orang tua itu menyalahkan secara berlebihan anaknya ketika menjatuhkan gelas ketika apa kamu teh gini gini gini gini. Akhirnya si anak itu enggak berani ngomong, enggak berani melakukan sesuatu tindakan karena khawatir justru dirinya itu akan mendapatkan teguran atau pengucilan atau sanksi dari orang lain. Akhirnya banyak sekali orang-orang di Indonesia yang tidak bisa atau tidak terbiasa untuk tanya jawab. Bahkan ketika di sekolah guru ngomong, "Ada yang mau ditanyakan?" Ada sebenarnya dalam hati ingin menjawab, bertanya, tapi agak berani ngomong. Takut. Pernah enggak ngadapin saya takut ee mau nanya tuh enggak enak atau apa? [musik] Yeah.