Login / Daftar
Apa Bedanya Belief dan Limiting Belief dalam NLP 1:20
0:00
1:20

Apa Bedanya Belief dan Limiting Belief dalam NLP

Kunto Wibisono Praktisi NLP & Fasilitator SDM 5 Batch 1 Kelas NLP, Neuro-Linguistic Programming, Dosen, Fasilitator Pengembangan SDM
Dalam NLP, belief adalah keyakinan atau pandangan dasar seseorang tentang diri dan dunia, dan keyakinan itulah yang menggerakkan perilaku. Belief tidak muncul begitu saja: ia terbentuk dari pengalaman, didikan orang tua, lingkungan sosial, budaya, dan pendidikan. Sekali terbentuk, ia bekerja seperti saringan, sehingga kita cenderung hanya melihat hal yang sejalan dengannya. Limiting belief adalah bentuk keyakinan negatif yang keliru. Ia membatasi potensi, menghambat pertumbuhan, dan membuat seseorang merasa tidak berdaya atau tidak mampu berkembang. Gambarannya sederhana: satu pikiran terkurung di dalam kotak, satu lagi bebas bergerak ke mana saja. Contoh yang paling dekat dengan keseharian kerja: rekan yang butuh musik agar betah bekerja, dan rekan lain yang konsentrasinya hancur begitu ada suara. Dua-duanya generalisasi yang sudah terlanjur terbentuk, dan dua-duanya belief. Expert: Kunto Wibisono, S.E., M.Si., CHRA., CP. NLP Materi ini bagian dari kelas "NLP: Neuro-Linguistic Programming" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/nlp/ #NLP #LimitingBelief #BeliefSystem #PolaPikir #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

generalisasi semacam itu, itu disebut dengan belief system. Oke, berikutnya belief itu ada dua, Bapak dan Ibu. Yang pertama disebut dengan belief, ya. itu keyakinan atau pandangan dasar tentang diri, tentang dunia ya yang akan menggerakkan perilaku. Sedangkan limiting belief itu adalah keyakinan negatif yang salah. Nah, keyakinan negatif yang salah itu akan membentuk apa? Dia akan membatasi potensi kita. Menghambat pertumbuhan. Pertumbuhan dalam artian growth ya, growth of eh your productivity. kalau di tempat kerja dan membuat seseorang itu merasa tidak bisa berkembang. Oke, itu namanya limiting belief. Nah, kalau digambarkan seperti yang ada di gambar kanan kita ini, limiting belief itu seakan-akan kita dimasukkan dalam kotak, enggak bisa berkembang. Sementara yang kanan itu dibuat bebas, kita bisa terbang ke mana-mana ini. Sor ya, Bapak dan Ibu. Saya itu sering ngobrol. [musik]