Login / Daftar
Apa Bedanya Pajak Badan Usaha di Atas dan di Bawah Omzet Rp4,8 Miliar 1:22
0:00
1:22

Apa Bedanya Pajak Badan Usaha di Atas dan di Bawah Omzet Rp4,8 Miliar

Ikhwan Catur Rahmawan, S.M, MBA, CPS Managing Partner Logitax · Pengalaman 9+ Tahun di DJP 31 Batch 9 Kelas Accounting and Tax, Business Management, Business Law, Public Speaking
Wajib pajak badan terbelah dua oleh satu angka: peredaran bruto Rp4,8 miliar setahun. Di atas angka itu, badan usaha wajib dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak, menghitung penghasilan dari peredaran usaha dikurangi biaya, lalu memakai tarif Pasal 17 atau Pasal 31E. Di bawah angka itu, pajaknya dihitung langsung dari omzet atau peredaran bruto dengan tarif final 0,5 persen. Yang sering terlewat: kedua jalur sama-sama wajib pembukuan. Berbeda dengan orang pribadi yang masih punya pilihan pencatatan, badan usaha sekecil apa pun tidak punya opsi itu. Seminimalnya, laporan laba rugi dan neraca harus ada. Badan usaha di bawah Rp4,8 miliar juga tetap boleh memilih tarif umum Pasal 17 atau Pasal 31E kalau hitungannya lebih menguntungkan. Expert: Ikhwan Catur Rahmawan, S.M, MBA, CPS. Materi ini bagian dari kelas "PPh Potput - Unifikasi & 21 dengan Coretax" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim atau perusahaan: https://taalenta.id/ppc/ #PajakBadan #PPhBadan #TarifFinal #Pembukuan #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Kalau yang tadi kan skema untuk yang orang pribadi. Nah, ini skema untuk yang badan usaha. Kalau yang badan usaha otomatis tinggal kita bagi aja di bawah 4,8 dan di atas 4,8. Yang di bawah 4,8 ataupun di atas 4,8 keduanya tetap wajib melakukan pembukuan. Kalau orang pribadi tadi kan kita ada pilihan pencatatan. Kalau badan usaha enggak ada pencatatan. Mau sekecil apapun usahanya tetap wajib pakai pembukuan. Ya, seminim-minimnya kita bisa menguasai pembuatan laporan laba rugi dan juga laporan neraca. Kan dua itu yang paling pokok gitu ya, LR sama neraca. Nah, kalau yang di bawah 4,8 kita bisa ngitungnya dari yang PP55 tadi kalau mau hemat ya. Kalau di atas 4, kalau di atas, kalau di bawah 4,8 mau milih menggunakan yang tarif umum pasal 17 atau pasal 31E gitu ya, itu boleh juga cuman lebih menguntungkan kalau bagi perusahaan memang pakainya 1/2% bagi perusahaan yang baru awal-awal berdiri gitu ya karena lebih mudah tidak perlu menghitung beban-beban dengan sangat detail gitu karena dikenakan pajaknya cuma dari omset. [musik] Yeah.