Login / Daftar
Kenapa Detektor Gas dan Alat Ukur K3 Biasa Belum Disebut IoT? 0:50
0:00
0:50

Kenapa Detektor Gas dan Alat Ukur K3 Biasa Belum Disebut IoT?

Mu'amar Fadlil PROFESIONAL KESELAMATAN KERJA / AHLI SISTEM MANAJEMEN MUTU BERBASIS ISO / CEH CE 4 Batch 3 Kelas
Alat ukur K3 seperti detektor gas, sound level meter, atau anemometer masih disebut konvensional selama datanya hanya tampil di layar alat itu sendiri. Sebuah alat baru disebut IoT ketika hasil bacaannya dikirim ke cloud, sehingga bisa dipantau dari jarak jauh oleh orang lain, bukan cuma operator yang memegangnya. Yang sering keliru: menganggap alat yang canggih otomatis berarti IoT. Kuncinya bukan pada alatnya, tapi pada apakah data pengukuran terhubung ke internet dan bisa diakses siapa pun yang berwenang. Expert: Mu'amar Fadlil. Materi ini bagian dari kelas "Teknologi IoT untuk Bidang K3" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/itk/ #IoT #K3 #HSE #KeselamatanKerja #SensorGas #TeknologiIndustri

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Kemudian ini alat untuk ukur getaran. Sini alat untuk ukur ee debu, Rekan-rekan. Nah, semua alat ini ini belum IoT, Rekan-rekan. Ini masih konvensional. Nah, jadi peran teknologi IoT gimana caranya nih kita ee semua alat-alat ukur ini kita IoTkan kita ee agar apa ya data pembacaannya tuh tidak konvensional. ini kan cuma ya display ee pembacaannya kan cuma dimonitor si alat-alat ini saja gitu kan. Jadi dia tidak kirim ke cloud, dia tidak bisa dilihat oleh orang lain di selain orang yang bisa melihat si layar atau monitor si alat ini saja gitu. Okay. [musik]