Login / Daftar
IoT untuk Deteksi Gas Beracun: Cegah Bahaya Ruang Terbatas Lebih Cepat 1:09
0:00
1:09

IoT untuk Deteksi Gas Beracun: Cegah Bahaya Ruang Terbatas Lebih Cepat

Mu'amar Fadlil PROFESIONAL KESELAMATAN KERJA / AHLI SISTEM MANAJEMEN MUTU BERBASIS ISO / CEH CE 4 Batch 3 Kelas
Dengan sensor gas berbasis IoT, konsentrasi gas berbahaya seperti H2S atau karbon monoksida bisa langsung terkirim ke cloud dan muncul sebagai notifikasi di smartphone. Orang di lokasi maupun pengawas di kantor bisa tahu ada bahaya pada saat yang sama, bukan setelah kejadian. Yang sering luput: alat detektor gas konvensional hanya menampilkan angka di layarnya sendiri. Saat pekerja masuk ke ruang terbatas seperti tangki, data itu tidak sampai ke siapa pun di luar. Sensor IoT menutup celah ini dengan mengirim status bahaya secara real time. Expert: Mu'amar Fadlil. Materi ini bagian dari kelas "Teknologi IoT untuk Bidang K3" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/itk/ #IoT #K3 #RuangTerbatas #GasDetector #HSE #KeselamatanKerja

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Nah, IoT untuk pemat kerja contohnya ini ya, sensor kualitas udara misalnya gas ee misalnya deteksi gas beracun. Nah, yang tadi yang yang di awal kita nonton accident itu rekan-rekan, kita bisa pasang kalau misalnya kita pun eh develop IoT device-nya sensornya minta kita pasang sensor ee gas ee dalam hal ini misalnya spesifik ke gas H2S atau ee karbon monoksida misalnya. Nah, dua-dua sensor itu. Kemudian ketika ada ee rilase gas yang nanti kita setting NAB-nya misalnya H2S 5 ppm atau 10 ppm. Jadi kalau ada gas ee konsentrasi 10 ppm, dia akan langsung ngirim data ke cloud dan ee muncul tuh di smartphone kita tuh wah di lokasi ini sudah lagi ada gas H2S sekian nih. Jadi orang-orang tuh langsung tahu di situ. Nah, ini itulah peran ee IoT, rekan-rekan. [musik]