Login / Daftar
Sampling Audit Internal: Kapan Pakai Insting, Kapan Pakai Statistik? 1:28
0:00
1:28

Sampling Audit Internal: Kapan Pakai Insting, Kapan Pakai Statistik?

Mohamad Awaludin Manager QA/QC 5 Batch 4 Kelas ISO 17025, ISO 9001, ISO 14001, HACCP, GMP, FSSC, Internal Audit
Auditor internal jarang bisa memeriksa seluruh populasi data. Karena itu ada sampling, dan tujuannya sederhana: meyakinkan auditor bahwa proses yang diperiksa memang sudah berjalan dengan baik. Risikonya juga perlu disadari. Sampel bisa tidak mewakili populasi, variabilitas datanya tinggi, atau metode yang dipilih kurang sesuai. Karena itu sebelum mengambil sampel perlu ditetapkan dulu tujuan sampling, populasinya, metodenya, ukuran sampelnya, aktivitas samplingnya, sampai evaluasi dan pelaporannya. Metodenya secara umum ada dua. Judgemental sampling bertumpu pada pengalaman auditor, jadi titik yang disampel dipilih berdasarkan pembacaan situasi, bukan perhitungan. Metode ini hanya cocok untuk auditor yang jam terbangnya sudah banyak, karena tidak ada perhitungan ketidakpastian di dalamnya. Statistical sampling lebih kuat karena bisa dihitung, dan penentuannya berangkat dari tujuan audit serta karakteristik seluruh populasi, baik berbasis atribut maupun berbasis variabel. Expert: Mohamad Awaludin. Materi ini bagian dari kelas "Audit Internal Sistem Manajemen Mutu Berbasis ISO 19011" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim atau perusahaan: https://taalenta.id/aus/ #AuditInternal #ISO19011 #Sampling #SistemManajemenMutu #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

mengumpulkan informasi itu butuh namanya tuh sampling ya. Nah, sampling itu apa? Sampling itu ini adalah tujuannya untuk meyakinkan agar auditor itu tahu ya dan agar auditor itu jadi yakin gitu kan bahwa ee prosesnya tuh sudah dilaksanakan dengan baik gitu seperti itu ya. Nah, resiko sampling itu apa? Nah, ini kadang sampling itu tidak mewakili populasi ya atau variabilitas data dan metodenya itu kurang sesuai ya. Sehingga nanti kalau misalnya kita jadi auditor itu pastikan metode sampling-nya tuh benar dan sesuai ya dan representatif ya. Sehingga perlu dilakukan tujuan samplingnya tuh apa, populasi yang mau diambilnya itu ee di mana gitu kan. metode samplingnya tuh apa? Ukuran samplingnya tuh berapa? Ya, aktivitas samplingnya itu mau kayak gimana sama evaluasi dan laporannya ya. Nah, misalnya untuk sampling sendiri metodenya secara umum ada dua, ya. Jadi, bisa judgemental bed sampling atau statistical ya. Nah, biasanya kalau judgemental ini kita sampliknya tuh karena kita sudah pengalaman banyak gitu kan, jadi kita udah bisa membaca gitu kan. Sehingga kalau misalnya judge mental itu kita bisa lihat doang gitu kan. Jadi bukan berdasarkan statistik tapi berdasarkan insting. Kalau misal orang itu ya jental itu berdasarkan insting. Jadi oh ini kayaknya perlu diampling di sini deh seperti itu. Nah itu namanya judal sampling ya. [musik] Yeah.