Login / Daftar
Apa Beda Temuan Major, Minor, dan Observasi dalam Audit Internal? 1:30
0:00
1:30

Apa Beda Temuan Major, Minor, dan Observasi dalam Audit Internal?

Mohamad Awaludin Manager QA/QC 5 Batch 4 Kelas ISO 17025, ISO 9001, ISO 14001, HACCP, GMP, FSSC, Internal Audit
Tidak semua temuan audit internal punya bobot yang sama. Secara umum temuan ketidaksesuaian dibagi jadi tiga tingkat, dan membedakannya menentukan seberapa cepat organisasi harus bergerak. Major dipakai untuk ketiadaan atau kegagalan memenuhi persyaratan standar manajemen, termasuk hal yang bisa mempengaruhi mutu. Contohnya prosedur yang memang tidak ada, alat ukur yang tidak dikalibrasi, atau sistem yang gagal total. Minor dipakai untuk ketidakkonsistenan, misalnya form yang diisi di dua bulan pertama lalu bulan berikutnya kosong. Observasi bukan ketidaksesuaian, melainkan potensi ketidaksesuaian yang suatu saat bisa berkembang jadi temuan, misalnya alat yang masih layak pakai tapi sebaiknya diganti dengan bahan yang lebih aman. Penentuan grading sendiri ada di tangan tim auditor. Sebagian organisasi memakai istilah major dan minor, sebagian memakai skala angka, dan untuk kriteria audit berupa regulasi biasanya dipakai istilah compliance atau non compliance. Expert: Mohamad Awaludin. Materi ini bagian dari kelas "Audit Internal Sistem Manajemen Mutu Berbasis ISO 19011" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim atau perusahaan: https://taalenta.id/aus/ #AuditInternal #ISO19011 #ISO9001 #SistemManajemenMutu #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

aitornya ya. Nah, secara umum tapi untuk temuan itu yang ketidaksesuaian ya itu bisa ada tiga ya. Jadi major major itu biasanya itu temuan karena misalnya ketiadaan atau kegagalan memenuhi persyaratan atau standar manajemen bisa contoh pas waktu audit ternyata enggak ada SOP-nya. Nah, itu kan major atau misalnya temuan yang berkaitan dengan hal-hal yang bisa mempengaruhi quality itu namanya itu bisa major. Misalnya contoh saat kita ngaudit tapi alat untuk ngukurnya itu tidak dikalibrasi. Nah, itu kan berarti major ya. Alatnya aja enggak dikalibrasi. Nah, nanti mutu produknya gimana gitu kan. Nah, itu dia major ya. Jadi, major itu ketiadaan atau kegagalan persyaratan sama dia hal-hal yang bisa mempengaruhi mutu ya. Itu masuknya ke major ya. Nah, kemudian sistem gagal total itu major. Nah, kemudian minor. Minor itu adalah ketidakkonsistenan. Biasanya tuh hal-hal yang tidak konsisten dia masuknya itu ke minor. Misalnya contoh ada form pas bulan Januari, Februari diisi tapi Maret enggak diisi. Berarti kan itu tidak konsisten ya, itu minor ya. Nah, kemudian observasi. Observasi itu adanya potensi ketidaksesuaian. Nah, ini jadi hal-hal yang nanti itu bisa kemungkinan dia menjadi temuan ya. Misal contoh kemarin kayak termometer yang dipakai ternyata pakai kaca seharusnya bisa diganti menjadi pakai stand steel misalnya. Nah, itu ya ini contoh