Login / Daftar
Cara Wawancara Auditor supaya Tidak Terasa Seperti Interogasi 1:22
0:00
1:22

Cara Wawancara Auditor supaya Tidak Terasa Seperti Interogasi

Mohamad Awaludin Manager QA/QC 5 Batch 4 Kelas ISO 17025, ISO 9001, ISO 14001, HACCP, GMP, FSSC, Internal Audit
Konflik dalam audit muncul ketika objektif dan tindakan dua pihak tidak cocok. Bisa terjadi antar sesama auditor, antar sesama auditi, tapi yang paling sering adalah antara auditor dan pihak yang diaudit. Solusinya banyak yang bersifat teknis dan mudah dilakukan. Pilih tempat terbaik untuk wawancara, karena ruangan yang panas atau pengap saja sudah cukup membuat orang emosi. Sesuaikan posisi duduk atau berdiri dengan auditi. Senyum secukupnya. Berikan pujian untuk hal yang memang sudah baik, karena kalimat sederhana seperti mengakui dokumen yang sudah lengkap membuat suasana wawancara jauh lebih cair. Humor boleh, tapi secukupnya saja. Yang perlu dihindari juga jelas. Jangan bertanya dengan cara seperti interogasi. Tetap objektif, tenang, dan bersahabat. Bicara dengan suara yang jelas, karena suara yang terlalu lirih justru bikin komunikasi tidak nyambung dan berujung salah paham. Expert: Mohamad Awaludin. Materi ini bagian dari kelas "Audit Internal Sistem Manajemen Mutu Berbasis ISO 19011" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim atau perusahaan: https://taalenta.id/aus/ #AuditInternal #ISO19011 #TeknikWawancara #SistemManajemenMutu #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

yang konflik. Nah, solusinya tuh gimana? Nah, ini jadi gunakan tempat terbaik untuk wawancara ya. Jangan sampai kita mau wawancara tapi tempatnya tuh panas atau gerah gitu kan. Itu kan bisa membuat orang juga jadinya itu esmosi ya. Kemudian posisi duduk atau berdiri sesuai dengan auditan ya. Nah, ini senyumsnya ya. Jangan kita kebanyakan senyum nanti dikiranya orang gila ya. berikan pujian untuk hal-hal yang ee baik ya. Misalnya, "Oh, oh ini udah ya udah udah ada ya." "Oh, iya terima kasih. Oh, ini lengkap banget ya." Misalnya contohnya seperti itu ya. Jadi itu adalah bahasa-bahasa ee audit ya. Jadi memberikan pujian sehingga orang yang di audit juga jadi senang ya. Gunakan gunakan humor secukupnya ya. Jangan kebanyakan humor ya. Kalau kebanyakan humor namanya stand up comedy ya, bukan audit ya. Nah, ini ya. Jadi ini adalah solusi-solusi untuk menghindari konflik ya. Nah, kemudian hal yang perlu diperhatikan dari konflik itu pertama hindari cara bertanya seperti interogasi ya. Ini adalah hal-hal yang perlu di hindari ya. Kemudian selalu objektif, tenang, dan bersahabat ya. Tadi jadi harus tenang, kita harus ramah gitu seperti itu ya. Bicara dengan suara yang jelas, jangan suara yang liori ya. ya g