Login / Daftar
Di Coretax, PPh 21 Tidak Bisa Dibayar Sebelum Bukti Potong Dibuat 0:50
0:00
0:50

Di Coretax, PPh 21 Tidak Bisa Dibayar Sebelum Bukti Potong Dibuat

Ikhwan Catur Rahmawan, S.M, MBA, CPS Managing Partner Logitax · Pengalaman 9+ Tahun di DJP 31 Batch 9 Kelas Accounting and Tax, Business Management, Business Law, Public Speaking
Sebelum Coretax, pembayaran PPh Pasal 21 bisa dilakukan lebih dulu: buat kode billing, bayar, lalu bukti potong dan SPT Masa menyusul, atau bahkan tidak pernah dibuat sama sekali. Banyak setoran akhirnya menggantung tanpa dasar administrasi yang jelas. Di Coretax urutannya dikunci. Bukti potong dibuat lebih dulu, dipindahkan ke draft SPT Masa, dan baru dari situ kode billing terbentuk lewat tombol bayar dan lapor. Jalur lama yang melompati bukti potong sudah tidak bisa dipakai lagi. Ikhwan menutup dengan lima kewajiban pemotong dan pemungut, dari menghitung sampai menatausahakan dokumen pendukungnya. Expert: Ikhwan Catur Rahmawan, S.M, MBA, CPS. Materi ini bagian dari kelas "Paham CoreTax : Menyederhanakan Proses Pajak di Tahun 2025" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/qtx/ #CoreTax #BuktiPotong #SPTMasa #PPhPotput #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Ini perbedaannya sebelum adanya cortex dulu kita bisa bikin SPT massa. Dulu kita bisa lapor SPT massa. Dulu kita bisa bayar SPT massa tanpa melaporkan SPT massa dan bukti potongnya. Aneh kan? Jadi zaman dulu itu kita bisa bikin bikin biling PPH21 sendiri tanpa didahului oleh bukti potong tanpa didahului oleh SPT massa. Nah, kalau sekarang enggak bisa semuanya tertib administrasinya. Kalau kita mau bayar SPT masa PPH21 dari awal dulu nih bikin bukti potong dulu. Bukti potong sudah terbuat kita pindahkan ke SPT massa. Setelah masuk di SPT massa baru kita kemudian generate billing dari situ dengan cara klik bayar dan lapor. Nah, itu perbedaannya. Jadi lebih tertata rapi. [musik]