Login / Daftar
Sebuah Perusahaan Properti Bangkrut karena Memungut PPN tapi Tidak Menyetorkannya 1:15
0:00
1:15

Sebuah Perusahaan Properti Bangkrut karena Memungut PPN tapi Tidak Menyetorkannya

Ikhwan Catur Rahmawan, S.M, MBA, CPS Managing Partner Logitax · Pengalaman 9+ Tahun di DJP 28 Batch 8 Kelas Accounting and Tax, Business Management, Business Law, Public Speaking
Urutannya tidak bisa dibalik. Slide kelas ini menaruh perspektif pajak sebagai hierarki: compliance di dasar, lalu cost, governance, dan strategic di puncak, dengan satu peringatan yang tertulis di layar bahwa tax planning tidak bisa dibangun di atas compliance yang lemah. Karena itu penghematan biaya pajak baru boleh dibicarakan setelah kepatuhannya beres. Contohnya datang dari lapangan. Sebuah perusahaan properti memungut PPN dari konsumennya lalu memperlakukan uang itu sebagai miliknya sendiri, tidak disetorkan dan tidak dilaporkan. Lima tahun kemudian pemeriksaan pajak datang, dan keuntungan dari proyek perumahannya habis oleh pokok pajak beserta sanksinya. Pajak yang sudah dipungut tetapi tidak disetorkan bukan sekadar urusan denda administratif, ada jalur pidananya. Expert: Ikhwan Catur Rahmawan, S.M, MBA, CPS Materi ini bagian dari kelas "Masterplan Pajak: Strategi Komprehensif Mengoptimalkan Beban Pajak Perusahaan" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim atau perusahaan: https://taalenta.id/mpp/ #PPN #KepatuhanPajak #PemeriksaanPajak #TaxPlanning #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Nah, jadi teman-teman harus pahami dari sini compliance-nya dulu. Jangan pernah ngomongin saving cost pajak sebelum compliance benar-benar beres gitu ya. Ini mungkin saya beda aliran dengan teman-teman konsultan pajak yang lain gitu ya. Karena saya berangkatnya dari 10 tahun kerja di Fiskus jadi petugas pajak. Jadi saya tahu bagaimana teman-teman ee pengusaha itu bisa bangkrut gara-gara dia compliance-nya enggak beres. Waktu itu pernah saya ceritakan juga di kelas ya sama Mas Nanda ya, perusahaan [mendengus] properti gitu kan. Dia bangkrut gara-gara apa? Selama ini dia enggak pernah stor PPN ya. Padahal dia sudah mengungut PPN dari ee dari konsumennya. Enggak pernah lapar dengan pernah stor PPN. Dia ngerasa ya sudah ini duitku aja. PPN ini takanggap sebagai duitku gitu kata dia. 5 tahun kemudian pemeriksaan pajak jeder dikenain [berdehem] PPN hilang semua duitnya. Untung yang diperoleh dari bangun perumahan tadi hilang semuanya karena ada sanksinya gede banget. Kalau PPN-nya enggak dibayar, dia kena b nanti bukti permulaan sampai ke pidana pajak lah. [musik]