Login / Daftar
"Kritik Harus Empat Mata" Itu Tidak Selalu Bisa Dipakai di Dunia Kerja 1:33
0:00
1:33

"Kritik Harus Empat Mata" Itu Tidak Selalu Bisa Dipakai di Dunia Kerja

A.M. Iqbal Faiz Public Speaking, MC & Protocol 6 Batch 2 Kelas Public Speaking, Training of Trainers, MC & Protocol
Nasihat yang paling sering diulang soal memberi kritik: sampaikan empat mata, dengan cara yang sopan. Itu benar, tapi itu kondisi ideal. Di dunia profesional, kondisi ideal sering tidak tersedia. Dalam meeting, seorang manajer atau supervisor kadang memang harus mengoreksi di depan tim, dan itu tidak selalu salah. Tergantung budaya organisasinya. Yang lebih sering terjadi: kita bertemu orang yang keras, yang sulit, yang tidak mempan diajak bicara empat mata. Kalau kita memaksakan diri hanya pakai satu cara, kita akan berhenti menyampaikan apa pun. Poinnya bukan "kritik harus begini". Poinnya: punya lebih dari satu cara, lalu pilih yang cocok dengan orang dan situasinya. Materi ini bagian dari kelas "Teknik Bicara Efektif" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/tbe/

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Begini, Teman-teman. Ee selalu berikan kritik secara empat mata. Enggak juga. Kadang-kadang kritik juga boleh dilakukan ee banyak mata gitu. Ee misalnya dalam organisasi meeting, ya udah kritik aja orang gitu. Budayanya seperti apa. Kita kita adalah seorang manajer dan kita punya bawahan atau kita supervisor. Kalau memang dalam meeting itu harus dikritik, kritik saja tidak ada masalah. Jadi di dalam materi saya ini atau ketika saya menyampaikan ini, saya tidak ingin teman-teman harus selalu me memberikan kritik atau memberikan ee masukan ee dengan cara yang dianggap baik. Misal begitu. Paham ya, Teman-teman ya? Karena selama ini yang yang muncul adalah ketika mengkritik, kamu harus empat mata, kamu harus dengan cara yang sopan, dengan cara itu benar, tapi tidak selalu bisa dipraktikkan dalam dunia profesional. Itu ideal. Tapi ketika kita bertemu dengan hal-hal yang sulit atau bertemu dengan orang-orang yang sulit itu yakin tidak bisa dilakukan, Teman-teman. Paham ya? kita- kita ketemu dengan orang yang keras, orang yang waduh, Teman-teman pahamlah bagaimana menghadapi situasi itu. Tidak bisa. Kadang-kadang kita harus punya cara sendiri, ya. Punya cara sendiri. [musik] Yeah.