Login / Daftar
Bedanya Kritik dan Konflik Cuma Satu: Tujuannya 1:20
0:00
1:20

Bedanya Kritik dan Konflik Cuma Satu: Tujuannya

A.M. Iqbal Faiz Public Speaking, MC & Protocol 6 Batch 2 Kelas Public Speaking, Training of Trainers, MC & Protocol
Kritik dan konflik sering terasa sama ketika kita yang jadi sasarannya. Padahal pembedanya cuma satu, dan itu bukan nada bicaranya. KONFLIK - bentuknya persaingan, perdebatan, pertengkaran, bahkan pendiaman (silent treatment juga konflik). Tujuannya: menang. Ada yang harus kalah. KRITIK - bentuknya lisan atau tulisan. Tujuannya: memberi masukan untuk perbaikan. Jadi begitu kritik dipakai untuk menjatuhkan, dia berhenti jadi kritik dan berubah jadi konflik. Niat pemberi kritik yang menentukan wilayahnya, bukan reaksi penerimanya. Konsekuensinya dua arah. Sebagai pemberi kritik: pastikan tujuanmu perbaikan, bukan kemenangan. Sebagai penerima: reaksi kamu tidak mengubah niat orang lain, tapi mengubah apa yang kamu dapat dari situ. Materi ini bagian dari kelas "Teknik Bicara Efektif" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/tbe/

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Ee sementara konflik itu bentuknya ya ini persaingan, perdebatan ya kan. Oh namanya konflik kok konflik itu ya harus ada yang menang dan harus kamu harus saya kalahkan gitu. Ee konflik juga bisa pertengkaran, kekerasan, ee pendiaman, ya termasuk diam-diaman itu bisa jadi konflik. Nah, nah ini yang tidak kalah penting adalah tujuannya, Teman-teman. Nah, tujuannya adalah kalau konflik jelas tujuannya itu menang kalah ya. Saya harus menang memenangkan persaingan. Sementara kritik itu memberikan masukan untuk perbaikan. Nah, gitu. Ketika kritik ternyata dilakukan untuk menjatuhkan, maka dia masuk kepada konflik. Paham sampai di sini ya? Ketika saya mengkritik Mas Hamid misalnya karena tadi Mas Hamid suaranya terlalu cepat Mas Hamid. Misalnya saya begitu, kalau niat saya adalah untuk memberikan perbaikan, untuk memberikan insight ke Mas Hamid, maka wilayahnya adalah wilayah kritik. Perkara Mas Hamid ternyata menanggapinya dengan wah aku dijatuhkan itu beda hal lagi nanti. Paham ya? Yeah.