Login / Daftar
"NLP Itu Memanipulasi Orang Lain, Ya?" - Jawaban Jujurnya 1:00
0:00
1:00

"NLP Itu Memanipulasi Orang Lain, Ya?" - Jawaban Jujurnya

Kunto Wibisono Praktisi NLP & Fasilitator SDM 5 Batch 1 Kelas NLP, Neuro-Linguistic Programming, Dosen, Fasilitator Pengembangan SDM
Ini keberatan yang paling sering muncul: kalau kita meniru postur, kecepatan bicara, dan pilihan kata lawan bicara - bukankah itu memanipulasi? Kunto Wibisono menjawabnya langsung di kelas: 1. Kuncinya tujuan positif dan niat tulus. Kalau niatnya bukan untuk memahami, teknik apa pun akan terbaca palsu. 2. Jangan multitasking. Mulai dari SATU elemen - kecepatan bicara saja, misalnya - lalu tambah bertahap. 3. Beri JEDA. Kalau setiap gerakan langsung ditirukan, orang justru tersinggung karena merasa diejek. 4. Latihan tiap hari. "NLP itu kuncinya 3P: practice, practice, practice." Expert: Kunto Wibisono, S.E., M.Si., CHRA., CP. NLP Materi ini bagian dari kelas "Penerapan NLP untuk Meningkatkan Komunikasi di Lingkungan Kerja Profesional" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/nlp/ #NLP #Komunikasi #Rapport #NeuroLinguisticProgramming #PengembanganDiri

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Nah, kenapa? Karena orang itu khawatir bahwasanya NLP kok seperti memanipulasi orang lain ya. Tapi kembali lagi kunci dari NLP adalah tujuan positif. Ada niat tulus dan latihan yang konsisten. Terus saya yang tidak terbiasa ee matching bagaimana, saya tidak terbiasa ee mirroring bagaimana dan seterusnya. Kuncinya selalu mulai dari satu persatu. Sama halnya kita menyelesaikan problem, selesaikan satu persatu. Dalam NLP, mempelajari NLP, kita tidak bisa multitasking, ya. Enggak bisa kita multitasking. Jadi, one by one. Nah, kemudian eh dalam melakukan matching ya misalkan yaitu ada jeda. Jadi ee jangan terus ditirukan karena kalau kita melakukan ditirukan terus ya orang itu malah akan tersinggung kadang-kadang. Next. [musik] Yeah.