Login / Daftar
Biar Obrolan Nyambung: Samakan Cara Bicaranya (Matching) 1:23
0:00
1:23

Biar Obrolan Nyambung: Samakan Cara Bicaranya (Matching)

Kunto Wibisono Praktisi NLP & Fasilitator SDM 5 Batch 1 Kelas NLP, Neuro-Linguistic Programming, Dosen, Fasilitator Pengembangan SDM
Matching adalah teknik menyamakan elemen komunikasi lawan bicara secara langsung - supaya muncul rasa "kita ini mirip". Yang bisa disamakan: postur tubuh, kecepatan bicara, volume suara, pola napas, dan pilihan kata. Contoh Kunto: waktu masih kerja di pabrik, dia pakai earplug karena bising. Kalau ngobrol dengan rekan, dia lupa melepasnya - rekannya teriak, dan dia ikut teriak. Bukan karena marah, tapi karena lokasinya sama-sama bising. Itu matching yang terjadi tanpa disadari. Hal yang sama berlaku untuk napas: kalau lawan bicaramu sedang berat dan menghela napas, kamu ikut menghela napas tanpa sadar. Expert: Kunto Wibisono, S.E., M.Si., CHRA., CP. NLP Materi ini bagian dari kelas "Penerapan NLP untuk Meningkatkan Komunikasi di Lingkungan Kerja Profesional" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/nlp/ #NLP #Matching #Rapport #Komunikasi #NeuroLinguisticProgramming

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Matching itu adalah teknik untuk menyamakan elemen komunikasi secara langsung. Ya, biasanya kita akan berusaha mencocokkan perilaku mereka untuk menciptakan rasa kesamaan. Elemen yang bisa dimatching apa sih? Postur tubuh. Kalau kita memperhatikan dengan condong ke depan gini tadi orang ee orang lain akan condong ke depan juga. Kalau kita gini biasanya akan diikuti itu biasanya matching. Kalau kita ngomongnya cepat mereka juga akan ngomong cepat juga. Kalau kita ngomong kencang, nah itu biasanya ya dia kan ngomong kencang. Contoh paling sederhana ini sering terjadi ya. Kadang-kadang kita bekerja di tempat yang bising. Ini terjadi ketika kita, saya kerja di pabrik dulu lah. Pernah dulu awal-awal kerja itu saya di pabrik. Karena samping-samping saya bising, maka saya menggunakan ear plug. Kadang-kadang kalau saya ngobrol dengan rekan saya ee sudah enggak sempat enggak kepikiran nyopot air plug. Dengar saya dengar karena ngomongnya teriak-teriak. Nah, untuk menjawab karena lokasi itu juga sama-sama bising, saya juga akan teriak. Itulah yang disebut matching ya.