Login / Daftar
Kapan Pakai INNER, LEFT, atau RIGHT JOIN? Ini Cara Menentukannya 1:13
0:00
1:13

Kapan Pakai INNER, LEFT, atau RIGHT JOIN? Ini Cara Menentukannya

Rinaldi Microsoft Certified in AI Engineer, Data Analyst, Data Scientist dan Fabric Analytics 17 Batch 7 Kelas AI Engineer, Data Analyst, Data Scientist, Machine Learning Engineer, Data Engineer, Power BI, Power Apps, Power Automate, Excel, Looker Studio, Microsoft 365 Developer, Python, SQL
Tiga JOIN ini sering ketuker, dan hasilnya bisa salah tanpa error. Query-nya jalan, angkanya keluar, tapi keliru. INNER JOIN - dipakai kalau kita cuma butuh data yang cocok di dua tabel. Contoh: order yang customer-nya valid. LEFT JOIN - dipakai kalau data utama ada di tabel kiri. Contoh: semua customer, termasuk yang belum pernah order. RIGHT JOIN - dipakai kalau data utama ada di tabel kanan. Contoh: semua order, termasuk yang customer-nya kosong. Cara menentukan tabel utama: lihat FROM yang pertama. Tabel yang dipanggil duluan di FROM, itulah tabel utamanya. Tiga kesalahan yang paling sering muncul: 1. Lupa menuliskan ON, jadi tidak ada kunci penghubung 2. Tidak menentukan tabel utama dulu, jadi salah pilih jenis JOIN 3. Tidak memvalidasi jumlah baris setelah JOIN, jadi duplikasi lolos tanpa ketahuan Materi ini bagian dari kelas "SQL & Python untuk Data Analisis" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/sqp/

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

ya. Nah, kapan kita harus menggunakan inner? Kapan kita harus menggunakan left dan right join? Gitu ya. Inner itu hanya dipakai ketika kita hanya butuh data yang cocok aja ya. Data yang cocok aja. Maka kita tampilkan. Kalau left utamanya ada di sebelah kiri. Kalau right data utamanya ada di sebelah kanan. Kesalahan yang umum muncul adalah kita lupa menggunakan yang namanya on. Nanti ada on ya. Oke, nanti kita akan pakai ini ada on namanya. Terus tentukan dulu tabel utamanya yang mana. Jadi, setiap kita melakukan penggabungan data, usahakan kita udah tahu tabel utamanya yang mana. Karena kalau tidak begitu pasti salah nanti. Oke, jadi kita harus identifikasi mana tabel utama. Selanjutnya validasi nanti untuk jumlah baris kita ya. validasi nanti untuk jumlah barisnya agar tidak terjadi duplikasi.