Login / Daftar
Dua Tanda Data Anda Harus Pakai Median, Bukan Rata-Rata 1:22
0:00
1:22

Dua Tanda Data Anda Harus Pakai Median, Bukan Rata-Rata

Rinaldi Microsoft Certified in AI Engineer, Data Analyst, Data Scientist dan Fabric Analytics 17 Batch 7 Kelas AI Engineer, Data Analyst, Data Scientist, Machine Learning Engineer, Data Engineer, Power BI, Power Apps, Power Automate, Excel, Looker Studio, Microsoft 365 Developer, Python, SQL
Pada data 3, 1, 2, 5, 4 nilai median dan rata-ratanya sama-sama 3, jadi keduanya sering dipakai bergantian tanpa dipikirkan. Bedanya baru terasa saat datanya jomplang, dan atasan tidak akan pernah memberi tahu kapan harus memakai yang mana. Ada dua tanda yang menentukan. Pertama, ketika datanya tidak terdistribusi normal, yaitu ada outlier atau anomali yang jaraknya sangat jauh dari nilai lain. Kedua, ketika kita tidak tahu ambang batas maksimal dan minimal dari data itu. Gaji adalah contoh paling jelas untuk yang kedua: batas bawahnya masih bisa dianggap nol, tapi batas atasnya tidak ada, karena tiap orang bisa berbeda sangat jauh. Expert: Rinaldi, S.Kom., M.Eng. Materi ini bagian dari kelas "Membuat Data Analysis & Dashboard Excel dengan Claude : Pivot, Statistik, dan Forecasting" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/dec/ #Median #RataRata #Excel #StatistikDeskriptif #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Oke, jadi gini. Median bisa kita gunakan pertama ketika nantinya datanya tidak terdistribusi normal istilahnya ya. Kalau istilah statistiknya ya. Mudahnya, mudahnya ketika datanya itu nanti ada outlier. Benar yang dibilang sama siapa tadi ya? E jadi kalau ketika ada outlayer atau anomali yang sangat jauh sekali bedanya itu enggak bisa kita pakai average, pasti pakai median. Jadi sebab pertama adalah kapan kita harus gunakan median? Ketika data kita itu tidak terdistribusi normal atau terjadi yang namanya anomali atau outlayer ya, jomplang banget datanya. Nah, mudahnya kayak gitu. Yang kedua, kita pakai median ketika kita tidak tahu ambang batas maksimal dan minimal suatu data. Contoh, gaji. Gaji itu enggak ada ambang batas maksimalnya, enggak juga ada ambang batas minimal. Minimal mungkin bisa kita statement nol ya. Tapi kalau maksimal enggak bisa ya. [musik] Yeah.