Login / Daftar
RoPA Bukan Tugas DPO. Lalu Siapa yang Harus Mengisinya? 1:03
0:00
1:03

RoPA Bukan Tugas DPO. Lalu Siapa yang Harus Mengisinya?

Dea Saka Kurnia Putra Cyber Security, Blockchain 4 Batch 2 Kelas Cyber Security & Blockchain Consultant, Developer, Community Manager, Marketing Manager, Strategic Advisor
RoPA sering mangkrak karena dianggap pekerjaan DPO. Padahal yang paling tahu aliran data adalah pemilik proses bisnisnya, bukan DPO. DPO tidak tahu kalau tim Marketing diam-diam beli email blast baru, atau kalau tim IT baru ganti vendor cloud. Yang mengisi dan memperbarui RoPA adalah Business Process Owner di tiap divisi, sementara DPO mengesahkan dan mengaudit. Tiga kebiasaan yang bikin RoPA jadi dokumen mati: tidak ada Process Owner yang ditunjuk, tidak di-review berkala, dan kolom retensi diisi tautan ke intranet kantor yang tidak bisa dibuka auditor. RoPA itu inventaris yang hidup, bukan dokumen sekali susun lalu dilupakan. Expert: Dea Saka Kurnia Putra. Materi ini bagian dari kelas "Indonesian Privacy Law (UU PDP) Masterclass" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/plm/ #ropa #uupdp #dpo #dataprivacy #pelindungandatapribadi #compliance

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Nah, kalau di sini disarankan eh quarterly review per 3 bulan sekali di-review, bukan sekali susun lalu dilupakan gitu ya. dan tetapkan BPO-nya, bisnis proses owner-nya, apakah itu manajer bisnis ataupun apapun itu. Dan catat saat hari peluncuran ketika produk software baru di launching ya langsung update ropa in real time biar enggak lupa. Dan ee apa? Ropa ini bukan beban DPO. DPO enggak tahu tim marketing diam-diam beli email blas baru punya ini, punya ini. Jadi ee semua itu beban dari BPO bukan DPO. Jadi eh case-nya kalau ada pergantian vendor cloud ya yang buat dan update Ropa bukan DPO, tapi yang ee apa update adalah BPO-nya. Yeah.