Login / Daftar
Menekan PPh Badan Lewat Bunga Pinjaman - Kenapa Malah Bisa Rugi? 1:22
0:00
1:22

Menekan PPh Badan Lewat Bunga Pinjaman - Kenapa Malah Bisa Rugi?

Ikhwan Catur Rahmawan, S.M, MBA, CPS Managing Partner Logitax · Pengalaman 9+ Tahun di DJP 28 Batch 8 Kelas Accounting and Tax, Business Management, Business Law, Public Speaking
Bunga pinjaman pemegang saham dibiayakan, laba turun, dikalikan tarif badan 22% - di atas kertas hemat Rp 44 juta. Tapi itu baru satu jenis pajak. Yang lain ikut bergerak diam-diam: • PT wajib memotong PPh 23 atas bunga - 15%. • Bunga itu jadi penghasilan orang pribadi si pemegang saham, kena tarif progresif lagi. Dijumlahkan, beban barunya Rp 60 juta - lebih besar dari penghematan Rp 44 juta tadi. Ini prinsip "semua jenis pajak": jangan optimalkan satu pos pajak sambil menutup mata ke pos lain. Expert: Ikhwan Catur Rahmawan. Materi ini bagian dari kelas "Masterplan Pajak Korporasi" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/mpp/ #Pajak #PPhBadan #PPh23 #TaxPlanning

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

22% berarti menghemat R4 juta. Oke. Secara hitung-hitungan kasar beban pajaknya turun. Tapi ingat ini baru satu jenis yang dihitung. Oke. Jenis lain bisa ikut bergerak diam-diam. Apa jenis yang lainnya? Oke, di sini nih PT wajib memotong PPH 23 atas bunga pinjaman. Berapa tarifnya? 15%. Bunganya berapa? R juta. Kenaknya berapa? R juta. Bunganya ini nanti ya ini kan jadi penghasilan yang tarif progresif lagi gitu. 30% PPHP atas bunga ini tadi ee tadi [berdehem] kan 200 - 30 kan berarti berarti berapa tuh 170. Nah, itu kan di atas PTKP berarti kan e kena lapisannya yang tinggi nanti jadinya. Nah, akibatnya ini seperti ini beban barunya bisa mencapai R juta di situ. Ini clear ya. Jadi kita ee menghitung satu pajak lebih berkurang bisanya pajak lainnya lebih ee bertambah. [musik]