Login / Daftar
Cara Urai Akar Masalah Pakai Fishbone Diagram dan 4M 1:31
0:00
1:31

Cara Urai Akar Masalah Pakai Fishbone Diagram dan 4M

M Husni Mubarok EXPERT IN Lean Manufacturing, Maintenance Management, and Production Planning. 5 Batch 3 Kelas
Fishbone diagram atau cause effect diagram dipakai untuk menguraikan satu masalah jadi penyebab-penyebab yang bisa dikerjakan. Kepala ikan diisi masalahnya, tulang mayornya diisi empat faktor umum: manpower, mesin, metode, dan material. Contoh yang dipakai di kelas ini: banyaknya defect scratch pada part plastik. Dari sisi manpower, part tertendang operator. Kenapa bisa tertendang? Karena awareness operatornya rendah, dan karena posisi penyimpanan part ada di tengah jalan sehingga sering tidak terlihat. Penyebab lain dari sisi yang sama: part dipindahkan terburu-buru, yang ditelusuri lagi jadi operator kelelahan dan dikejar target tinggi. Kuncinya ada di kedalaman. Berhenti di "karena operator" tidak menghasilkan perbaikan apa pun, karena tidak ada yang bisa dikerjakan dari kalimat itu. Setiap cabang diturunkan terus sampai ketemu penyebab yang cukup spesifik untuk diperbaiki, misalnya posisi rak yang perlu dipindah atau target yang perlu ditinjau ulang. Expert: Muhammad Husni Mubarok. Materi ini bagian dari kelas "QA/QC Operation: Mengintegrasikan Kualitas ke dalam Setiap Proses" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim atau perusahaan: https://taalenta.id/qac/ #FishboneDiagram #RootCauseAnalysis #QAQC #QualityControl #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Contoh nih, gitu kan. Kita punya masalah yang diangkat kan banyaknya defek scratch pada part plastik. Terus kita brainstorming nih, kita cari potensi-potensinya ada apa aja. Yang pertama dari manpower. Nah, dari manpower terus kemudian ada beberapa eh faktor yang mediumnya gitu kan, yaitu tertendang operator misalnya. Jadi banyaknya def scratch pada part plastik dari sisi manpower. Ada juga karena tertendang operator. Loh, kenapa kok bisa tertendang operator? Nah, ini kita uraikan lagi lebih kecil. Oh, karena awareness dari operatornya rendah, iseng aja nendang. Misal contoh. Yang kedua, oh karena posisi partnya di penyimpangan tengah jalan, jadi terkadang operator enggak ngelihat akhirnya tertendang gitu. Ataupun mungkin kenapa banyaknya defek scratch pada part plastik dari si main power lagi? karena memindahkan part terburu-buru. Loh, kenapa kok bisa mindahin part terburu-buru? Karena operator kelelahan, makanya pengin cepat-cepat selesai ataupun karena dikejar target tinggi makanya buru-buru untuk mindahin partnya gitu. Akhirnya bisa menyebabkan def tersebut gitu. Nah, ini beberapa ee potensi masalah yang bisa terjadi dan menyebabkan problem tersebut. [musik]