Login / Daftar
Bagaimana Membuat Semua Karyawan Peduli Quality? 1:53
0:00
1:53

Bagaimana Membuat Semua Karyawan Peduli Quality?

M Husni Mubarok EXPERT IN Lean Manufacturing, Maintenance Management, and Production Planning. 5 Batch 3 Kelas
Pertanyaan dari peserta: perusahaan baru mulai menerapkan QA dan QC, tapi karyawannya belum aware soal kualitas. Training seperti apa yang perlu dijalankan? Jawabannya tidak dimulai dari training, tapi dari komitmen manajemen puncak. Urutannya begini. Kalau top management belum berkomitmen, langkah di bawahnya akan selalu berat. Setelah komitmennya ada, yang dikuatkan lebih dulu adalah tim quality-nya sendiri: QA menyusun standar dan SOP yang belum ada, QC menguatkan proses pengecekan dan inspeksi. Baru setelah tim quality punya standar yang jelas, sosialisasi dibawa ke produksi. Alasannya sederhana. Kalau quality sudah kuat tapi produksi tidak peduli, defect tetap banyak. Jadi kesadaran kualitas bukan hasil dari satu sesi training, melainkan hasil dari standar yang jelas ditambah dorongan yang datang dari atas. Expert: Muhammad Husni Mubarok. Materi ini bagian dari kelas "QA/QC Operation: Mengintegrasikan Kualitas ke dalam Setiap Proses" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim atau perusahaan: https://taalenta.id/qac/ #QAQC #QualityCulture #TQM #QualityControl #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Jadi untuk katakanlah gimana caranya membuat ee apa namanya ee lingkungan ataupun perusahaan kita itu dari setiap perangnya, dari setiap karyawannya itu aware terhadap quality memang yang pertama dimulai dari komitmen top managementen. Jadi yang pertama dari komitmen dulu. Kalau misal dari top manajemen aja belum komitmen pasti akan susah nih gitu. Tapi kalau dari top manajemen sudah punya guideline atau punya ee kemauan untuk melakukan peningkatan kualitas itu tinggal nanti yang pertama dibikin jadi step by step-nya gimana aja. Kayak misal nih dari manajemen katakanlah udah mau meningkatkan quality gitu terus dibuatin katakanlah kalau tadi belum ada dibuatin nih ee dari QA dan QC-nya gitu. Jadi dari QA-nya dan QC-nya dikuatin dulu, dibikinin dari QA. Nanti itu yang akan membuat standar standar yang akan membuat SOP-SOP apa aja yang akan dijalankan dari QC-nya yang akan menguatkan dari proses pengecekan. Jadi sebelum kita jalan ke produksi dikuatin dulu dari tim quality-nya. Jadi, QA-nya nanti langsung coba menganalisis kira-kira ada keperluan SOP apa yang belum ada, standar apa yang belum ee digunakan. Jadi, dimapping dulu sama QA-nya. dari QC-nya nanti mengerjakan dari proses inspection tesnya. Terus baru nanti ketika quality-nya udah oke nih, udah punya standarnya, udah bisa katakanlah punya ee SOP yang akan dijalankan, baru nanti kita sosialisasi ke produksi. Karena ketika kuality kuat tapi produksi enggak peduli itu pasti tetap akan banyak defect kan gitu kan. [musik] Yeah.