Login / Daftar
Sebelum Ada Earth Engine, Satu Citra Landsat Diunduh 1,5 GB Lalu Dikoreksi Manual 1:22
0:00
1:22

Sebelum Ada Earth Engine, Satu Citra Landsat Diunduh 1,5 GB Lalu Dikoreksi Manual

Kurniawan Aji Wicaksono Peatland GIS Specialist | Remote Sensing | Data Spatial Analyst 1 Batch 1 Kelas
Sebelum ada platform berbasis cloud, mengolah citra satelit dimulai dari mengunduh satu scene utuh lewat portal seperti USGS EarthExplorer. Satu scene saja bisa sekitar satu setengah gigabyte, dan analisis deret waktu berarti mengulang unduhan itu berkali-kali. Setelah terunduh, pekerjaannya baru dimulai. Data mentah dikoreksi lebih dulu, koreksi geometrik lalu koreksi atmosferik, memakai perangkat lunak yang berjalan di komputer sendiri seperti ENVI, QGIS, atau ArcGIS. Kalau citranya banyak tertutup awan, masih ada satu langkah lagi, yaitu proses masking awan. Rangkaian itu menuntut ruang penyimpanan, koneksi yang cepat, waktu, dan spesifikasi komputer yang tidak dimiliki semua orang. Di titik itulah pengolahan data satelit berhenti jadi pekerjaan yang bisa dijangkau siapa saja. Expert: Kurniawan Aji Wicaksono Materi ini bagian dari kelas "Google Earth Engine: Basic Class Remote Sensing + Studi Kasus" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/gee/ #CitraSatelit #Landsat #RemoteSensing #GoogleEarthEngine #GIS #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

waktu kuliah atau beberapa tahun dulu ya sebelum ada Earth Engine ini tuh kita mengharuskan untuk men-download itu dalam ee satu scene yang besar gitu. Jadi 1 scene aja tuh bisa 1 giga gitu kalau kita download full. Belum nanti kalau kita butuh analisisnya ee ini ya temporal ya atau time series gitu itu akan cukup memakan resource yang cukup banyak apalagi kalau koneksinya lelet dan lain-lain. Nah itu udah itu kita butuh storage yang besar. Terus habis itu ee waktu habis di situ. Terus belum nanti processingnya. Nah, zaman dulu ee zaman dulu mungkin yang familiar pakai NV ya. Jadi, kita harus men-download dulu row-nya, raw datanya, terus kita lakukan koreksi geometrik, kita lakukan koreksi atmosferik, lain-lain. Nah, itu baru nanti data itu bisa dipakai. Bahkan kadang kalau cloud pun kita kesusahan untuk menggunakan ee data dengan ee waktu apa ya? Misal kita punya riset di bulan di bulan basah di di tahun 2022. Nah, itu karena kan banyak awannya. Nah, itu agak kesulitan tuh kita harus proses masking cloud-nya lain-lain. Itu ribet tuh. Apalagi kalau kendalanya kita enggak punya laptop [musik]