Login / Daftar
Apa Itu Harmonisa Listrik dan Kenapa Gelombangnya Tidak Lagi Sinusoidal 1:00
0:00
1:00

Apa Itu Harmonisa Listrik dan Kenapa Gelombangnya Tidak Lagi Sinusoidal

Robby Irmawan Field Engineer Power Plant Combine Cycle Gas Turbine 1 Batch 1 Kelas Power System and Power Generation System CCGT
Bentuk gelombang arus dan tegangan pada sistem tenaga listrik seharusnya sinusoidal murni. Begitu diukur di panel yang sebenarnya, bentuknya sering sudah tidak sempurna lagi. Penyebabnya harmonisa: fenomena kelistrikan yang muncul ketika bentuk gelombang arus atau tegangan tidak lagi sinusoidal murni, atau memiliki frekuensi kelipatan dari frekuensi dasar sistemnya, yang di Indonesia bernilai 50 Hz. Setiap gelombang periodik yang tidak murni sinusoidal dapat diuraikan menjadi tiga kelompok: komponen fundamental atau orde ke-1, komponen harmonisa mulai orde ke-2 dan seterusnya, serta komponen DC bila ada. Penguraian itu bersandar pada Teorema Fourier, yang menjadi dasar dari seluruh teori harmonisa. Expert: Robby Irmawan, S.T. Materi ini bagian dari kelas "Power System Analysis Using ETAP Basic to Intermediate" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/etp/ #Harmonisa #PowerQuality #ETAP #SistemTenagaListrik #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Jadi dari segi definisi, harmonisnya merupakan ee fenomena ee kelistrikan yang timbul ketika bentuk gelombang arus atau tegangan pada sistem tenaga listrik itu tidak berbentuk lagi sinusoidal murni ya atau memiliki frekuensi kelipatan dari frekuensi dasar sistemnya yaitu di 50 Hz. Nah, ee pembagian daripada komponen ee gelombang ini ya ee dapat dikategorikan menjadi tiga. Yang pertama itu adalah komponen fundamental ya, orde kesatu. Kemudian ee komponen harmonisanya itu sendiri ya, ada kedua, orde 3, orde 4 sampai orde selanjutnya. Kemudian yaitu yang ketiga adalah komponen DC. Nah, fenomena ini sebenarnya ee teori dasarnya itu di ee dijabarkan ya dalam bentuk teoremair ya yang menjadi dasar dari seluruh teori harmonisa. [musik] Yeah.