Login / Daftar
Intuisi Boleh Jadi Hipotesis, Pembuktiannya Tetap Harus dengan Data 1:33
0:00
1:33

Intuisi Boleh Jadi Hipotesis, Pembuktiannya Tetap Harus dengan Data

Rinaldi Microsoft Certified in AI Engineer, Data Analyst, Data Scientist dan Fabric Analytics 17 Batch 7 Kelas AI Engineer, Data Analyst, Data Scientist, Machine Learning Engineer, Data Engineer, Power BI, Power Apps, Power Automate, Excel, Looker Studio, Microsoft 365 Developer, Python, SQL
Pertanyaannya sederhana: lebih bagus mengambil keputusan dari data atau dari intuisi? Seorang peserta senior dengan jam terbang hampir 20 tahun menjawab intuisi, dan Rinaldi tidak membantahnya mentah-mentah. Alasannya masuk akal. Intuisi itu akumulasi pengalaman, dan untuk kasus yang datanya memang tidak ada, pengalaman itu yang menolong. Tapi ada harganya. Intuisi bersifat subjektif dan menempel di satu orang. Begitu orangnya resign, tidak ada lagi yang bisa melanjutkan. Jalan tengah yang dipakai di lapangan: hipotesisnya boleh lahir dari intuisi, pembuktiannya tetap harus dengan data. Expert: Rinaldi, S.Kom., M.Eng. Materi ini bagian dari kelas "Data Analysis & Dashboard Excel + AI" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/aea/ #PengambilanKeputusan #DataDriven #AnalisisData #DataAnalyst #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Cuma ada satu yang sudah senior ee dia bekerja sudah kurang lebih ee belasan tahun hampir 20 tahunan lah ya. Terus dia bilang bagusan intuisi katanya. Alasannya begini, ternyata beliau mm stepb-nya bagus ya enggak salah sebenarnya. Karena beliau bilang begini, "Kita bagus ngambilnya dengan intuisi." Kenapa intuisi? Karena kalau misalnya kita ngambil ee ada sebuah masalah, kita ngambil keputusan dari intuisi, sebenarnya intuisi itu kan sebenarnya adalah kumpulan dari pengalaman ya, akumulasi dari pengalaman yang ada sebelumnya gitu ya. Akumulasi dari pengalaman sebelumnya gitu ya. Jadi ee kalau misalnya Bapak Ibu sekalian ada masalah, maka nanti pengalaman ini penting. Apalagi dengan cash-kas masalah-masalah yang kadang kita enggak punya data, maka intuisi ini akan sangat berperan penting dalam menentukan pengambilan keputusan tadi. Tapi tetap saja kalau kita hanya mengandalkan intuisi itu sangat-sangat rentan sekali. Kenapa? Intuisi itu subjektif ya. Jadi kalau misalnya orangnya resign ya enggak ada lagi yang bisa untuk melanjutkan karena intuisi itu ada di masing-masing orang. Maka biasanya yang kami lakukan adalah kita enggak apa-apa menggunakan intuisi, tapi harus bisa dibuktikan dengan data. Jadi boleh hipotesisnya nanti dengan intuisi, tapi ee pembuktian nanti harus dengan data, ya. [musik] Yeah.