Login / Daftar
Omzet Naik 20 Persen Belum Tentu Penjualan Anda Membaik 1:22
0:00
1:22

Omzet Naik 20 Persen Belum Tentu Penjualan Anda Membaik

Resi Thatas Mahesa Praktisi & Pengajar Akuntansi dan Keuangan 4 Batch 3 Kelas
Analisis horizontal membandingkan laporan keuangan dari samping ke samping, tahun ke tahun, bukan dari atas ke bawah. Dari situ terlihat penjualan bersih naik 20 persen lalu naik lagi 25 persen. Tetapi persentase yang naik belum tentu berarti performa penjualan membaik. Kenaikan omzet bisa datang dari harga jual yang naik, sementara jumlah barang yang terjual sama saja. Inflasi membuat nilai penjualan bergerak naik tanpa ada tambahan permintaan. Karena itu angka persentase perlu diselidiki lebih dalam: yang bertambah itu kuantitasnya, atau cuma nilainya. Kalau kuantitasnya memang naik dan harganya relatif stabil, barulah kenaikan itu pertanda baik. Selama pertanyaan itu belum dijawab, angka 20 persen cuma memberi tahu nilainya bergerak, bukan bisnisnya membaik. Expert: Resi Thatas Mahesa Materi ini bagian dari kelas "Strategi Menghadapi Krisis Keuangan Untuk Mempertahankan Aset" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/ska/ #AnalisisHorizontal #AnalisisLaporanKeuangan #LaporanKeuangan #KeuanganBisnis #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Kalau horizontal bandinginnya bukan atas ke bawah ya, tapi dari samping ke samping ke samping kayak gitu. Jadi misalkan ini ee 2021 R 1 miliar nih, 2022 1,2 miliar berarti ada peningkatan sebesar 20% di sini gitu ya. Jadi selisih atau peningkatan terjadinya ini kebetulan peningkatan ya bisa juga penurunan sebenarnya kalau kalau di 2022 turun ya minus 20% gitu ya. ya. Tapi ini qadarullahnya itu cas-nya omset kita naik ya, perusahaan kita R00 juta. Anggaplah gitu. Sehingga kita bisa tuliskan di sini 20% berarti ada peningkatan atas penjualan bersih kita dari 2001 2002 sebesar 20%. Nah, nanti 2022 ke 2023 meningkat lagi nih jadi 25%. Jadi kita tidak serta-merta hanya melihat value, tapi kita melihat percentage-nya juga. Nah, dengan adanya peningkatan percentage ini juga bisa jadi bahan pertimbangan ya. Belum tentu persentasenya naik itu menunjukkan bagus juga gitu ya. Bisa jadi karena ee harga yang kita naikin gitu ya. Quantity barangnya sama sih sebenarnya karena ada inflasi kenaikan harga omset kita naik. Nah, kenaikannya itu bukan karena ee performa penjualan, tapi karena nilainya. Nah, itu memang kita perlu selidik [musik]