Login / Daftar
Angka Persediaan di Laporan Tidak Cocok dengan Kenyataan, Ini Cara Mengujinya 1:36
0:00
1:36

Angka Persediaan di Laporan Tidak Cocok dengan Kenyataan, Ini Cara Mengujinya

Resi Thatas Mahesa Praktisi & Pengajar Akuntansi dan Keuangan 4 Batch 3 Kelas
Pemilik bisnis sering ragu saat melihat angka persediaan di laporan keuangannya sendiri. Nilainya tertera besar, padahal secara teknis dia tahu sekali beli cuma sekian dan barangnya biasanya langsung laku pada hari itu juga. Instingnya sering kali benar, karena dia yang paling paham operasional hariannya. Penyebab yang paling sering ditemukan adalah stock opname yang tidak pernah dipertemukan dengan sistem. Hitungannya cuma kuantitas, dicatat di buku, dan tidak pernah dicocokkan dengan data yang tersistem. Cara mengujinya sederhana. Tarik data persediaan dari sistem, hilangkan kolom kuantitas dan nilainya, lalu serahkan daftar kosong itu ke petugas gudang untuk diisi dari hasil hitungan fisik. Setelah daftar itu kembali, bandingkan dengan data sistem. Selisih yang sebenarnya baru kelihatan di situ. Expert: Resi Thatas Mahesa Materi ini bagian dari kelas "Strategi Menghadapi Krisis Keuangan Untuk Mempertahankan Aset" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/ska/ #StockOpname #Persediaan #LaporanKeuangan #AnalisisLaporanKeuangan #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Misalkan ini tertera persediaan R00 juta gitu ya. Kadang kalau kita tanyain gitu ya para pelaku bisnis beneran enggak asetnya eh persediaannya R00 juta itu antara yakin dan tidak yakin gitu ya. [tertawa] Kelihatannya benar deh Pak gitu. Tapi banyak yang bilang malah enggak tuh asetnya enggak R00 juta orang kita cuman ee sekali ee pembelian itu biasanya order cuman R juta dan itu langsung laku pada hari itu juga biasanya gitu ya. Jadi bisnis owner biasanya lebih paham secara ee teknisnya gitu ya. Tapi pencatatan di sini itu hasilnya seperti ini tuh kadang masih bingung dan enggak yakin gitu. Tapi bisa jadi instingnya benar ya. Kenyataannya biasanya pas kita selidikin persediaannya kok R juta padahal kita lihat faktanya cuman R juta atau R juta gitu ya. Kenapa hal ini bisa terjadi? Ternyata pas kita telisik itu itu di perusahaan tuh enggak pernah ada stok ofn. Itu yang pertama. Jadi enggak pernah dicocokkan gitu ya. Stock of NA ada hanya quantity gitu ya. Dan itu stock of-nya dicatat di buku saja gitu. Enggak ada e enggak ada kolaborasi antara eh buku atau manual stock of 6 dengan yang tersistemasi gitu ya. Nanti kan kalau pakai software system tuh biasanya kita untuk stok op6 kita tarik dulu tuh data dari ee software system kita gitu ya. Tapi quantity-nya dihilangkan gitu ya. Nanti orang gudang dikasih ee apa namanya? stok tapi yang enggak ada quantity, enggak ada nilainya dia disuruh ngisi itu. Nah, sambil stok satu-satu kita minta lagi datanya kita compare baru ketahuan nih hasil yang sebenarnya selisihnya berapa. [musik] Yeah.