Login / Register ID | EN
This page has no official English version. It was translated automatically and may contain errors. Read the original in Indonesian →
Biaya kVArh PLN: Golongan yang Kena dan Cara Menghitung Kelebihannya
Foto: Pexels
Sipil Industri

PLN kVArh Costs: Affected Categories and How to Calculate the Excess

Tagihan listrik pabrik bisa naik puluhan juta rupiah tanpa satu mesin pun ditambah. Biangnya sering satu baris kecil di rekening: kVArh.

Secara hukum namanya bukan denda. Lampiran Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2024 menyebutnya biaya kelebihan pemakaian daya reaktif. Biaya ini dikenakan kalau faktor daya rata-rata sebulan di bawah 0,85.

Golongan yang kena

Tidak semua pelanggan PLN. Tarif kVArh hanya tercantum di golongan berikut:

Golongan Batas daya Tarif kVArh di Lampiran (Rp/kVArh)
I-2/TR di atas 14 kVA s.d. 200 kVA 1.057
I-3/TM di atas 200 kVA s.d. di bawah 30.000 kVA 1.114,74
I-4/TT 30.000 kVA ke atas 996,74
B-3/TM, B-3/TT di atas 200 kVA 1.114,74
P-2/TM di atas 200 kVA 1.522,88
S-2/TM di atas 200 kVA 925

Golongan traksi, penjualan curah, dan layanan khusus juga memuatnya. Rumah tangga, bisnis B-1 dan B-2, serta fasilitas pemerintah bertegangan rendah (P-1) tidak. Yang sering kelewat: industri tegangan rendah I-2 sudah kena sejak sambungan di atas 14 kVA.

Untuk I-3 dan B-3, satu kVArh kelebihan (Rp1.114,74) malah lebih mahal daripada satu kWh di luar waktu beban puncak (Rp1.035,78). Tarif nonsubsidi ini dievaluasi tiap tiga bulan. Untuk Juli sampai September 2026, pemerintah memutuskan tarifnya tidak berubah.

Dari mana angka 0,62

Faktor daya 0,85 berarti energi reaktif boleh sampai tan(arccos 0,85), sekitar 0,62 kali energi aktif. Literatur teknik di Indonesia memakai batas itu untuk menghitung tagihan:

Kelebihan kVArh = kVArh sebulan − (0,62 × kWh sebulan)

kWh di sini jumlah WBP dan LWBP. Kalau hasilnya negatif, tidak ada biaya.

Contoh pelanggan I-3 dalam satu bulan:

Besaran Nilai
kWh (WBP + LWBP) 200.000
kVArh 180.000
Faktor daya rata-rata cos(arctan 0,9) = 0,74
Batas bebas 0,62 × 200.000 = 124.000 kVArh
Kelebihan 56.000 kVArh
Biaya dengan tarif Lampiran sekitar Rp62,4 juta

Satu jebakan saat membaca meter sendiri: selisih stand wajib dikalikan faktor kali meter, yaitu rasio trafo arus dan trafo tegangannya. Studi di PDAM Kota Padang memakai faktor kali 1.200. Tanpa pengali itu, angkanya tampak kecil dan menyesatkan.

Menghitung kapasitor yang dibutuhkan

Rumusnya Qc = P × (tan φ1 − tan φ2), dengan P daya aktif rata-rata dalam kW.

Anggap pabrik di contoh tadi beroperasi 500 jam sebulan. P rata-ratanya 400 kW, dan tan φ1 = 0,9:

Target faktor daya tan φ2 Qc
0,85 0,620 112 kVAr
0,90 0,484 166 kVAr
0,95 0,329 229 kVAr

Membidik tepat 0,85 berarti tanpa ruang cadangan. Yang dihitung rata-rata sebulan, sedangkan beban tiap bulan bergeser. Studi kasus di jurnal teknik Indonesia memakai target 0,95 dan 0,98.

Tiga hal yang sering salah

  1. Bank kapasitor tetap untuk beban yang naik turun. Untuk beban seperti ini, pedoman ABB memakai kompensasi otomatis bertahap: regulator faktor daya menyambung dan melepas tiap langkah kapasitor mengikuti kebutuhan daya reaktif saat itu.
  2. Kapasitor di terminal motor kebesaran. Pedoman yang sama, mengacu IEC 60831-1, membatasinya paling besar 90 persen daya reaktif motor tanpa beban. Lebih dari itu, motor yang masih berputar sesudah diputus bisa jadi generator dan menaikkan tegangan jauh di atas tegangan jaringan.
  3. Harmonisa tidak dicek. Penggerak kecepatan variabel, UPS, mesin las, dan lampu lucutan gas menghasilkan arus harmonisa. Kapasitor bisa beresonansi dengannya lalu cepat rusak. Obatnya reaktor penala (detuning reactor) yang dipasang seri, dengan frekuensi resonansi di bawah harmonisa terendah di jaringan, sesuai IEC 61642.

Kalau lebih enak melihat penjelasannya langsung, ada klip singkat tentang analogi buih dan isi gelas. Untuk gambaran sistem distribusi gedung tempat perhitungan ini dipakai, baca juga peran diagram satu garis.

Sumber

Translating this page for the first time…
This happens once. The page reloads automatically when it is ready.