Sejak ekspor ke jaringan PLN tidak lagi mengurangi tagihan, kelebihan produksi siang hari hangus begitu saja. Baterai adalah satu-satunya cara menyelamatkannya, tapi hanya sebesar yang benar-benar bisa terpakai malam hari.
Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2024, revisi atas Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021, menghapus skema net metering. Sebelumnya kelebihan produksi yang diekspor ke jaringan PLN mengurangi tagihan bulan berikutnya, sehingga jaringan berfungsi seperti baterai gratis.
Setelah aturan itu, listrik yang diekspor tidak lagi bernilai bagi pemiliknya. Maka satu-satunya cara memanfaatkan surplus siang adalah menyimpannya sendiri.
Perlu dicatat, ini tidak otomatis membuat baterai menguntungkan. Baterai mengubah listrik yang hangus menjadi listrik yang terpakai, tapi apakah nilainya menutup harganya adalah pertanyaan terpisah, dan sering jawabannya tidak. Karena itu alat ini membandingkan balik modal dengan umur baterainya.
Manfaat baterai dibatasi dua hal sekaligus, dan yang lebih kecil yang menentukan.
Batas pertama, surplus yang tersedia. Baterai tidak bisa menyimpan listrik yang tidak pernah diproduksi. Kalau surplus siang hanya 3 kWh, baterai 10 kWh tetap hanya terisi 3 kWh setiap hari, dan sisa kapasitasnya menganggur selamanya.
Batas kedua, pemakaian malam. Listrik yang disimpan harus ada yang memakai. Kalau malam hari rumah hanya memakai 2 kWh, menyimpan 8 kWh tidak menambah penghematan sepeser pun.
Alat ini menyebutkan secara eksplisit batas mana yang sedang mengikat pada kasus Anda, karena itu menentukan apa yang harus diperbaiki lebih dulu.
Baterai tidak habis karena umur kalender, melainkan karena jumlah siklus isi dan pakai. Pada pemakaian PLTS harian, baterai menjalani kira-kira satu siklus penuh per hari, sehingga jumlah siklus bisa dibagi 365 untuk memperkirakan umurnya dalam tahun.
| Jenis | Boleh dipakai | Umur siklus | Perkiraan umur harian |
|---|---|---|---|
| LiFePO4 (LFP) | 80% | 3.000 s.d. 6.000 | 8,2 s.d. 16,4 tahun |
| Li-ion NMC | 90% | 2.000 s.d. 4.000 | 5,5 s.d. 11 tahun |
| Aki kering (VRLA/AGM) | 50% | 300 s.d. 500 | 0,8 s.d. 1,4 tahun |
Inilah sebabnya aki kering yang murah di awal sering kalah secara hitungan. Umurnya sekitar satu tahun pada pemakaian harian, sehingga harus diganti berkali-kali dalam rentang yang dilalui satu unit LiFePO4.
Kalau balik modal Anda lebih panjang daripada umur terpanjang baterainya, alat ini akan mengatakannya terus terang. Kesimpulan yang mengecewakan tetap kami tampilkan, karena itu justru keputusan yang paling mahal untuk salah.
Karena kami tidak punya sumber harga yang bisa dipertanggungjawabkan. Harga baterai berbeda jauh antar merek, kapasitas, dan kelengkapan pemasangan, serta berubah cepat. Angka bawaan apa pun akan tampak berwibawa padahal sekadar tebakan, dan balik modal yang dihitung darinya akan salah tanpa ada yang menyadarinya.
Karena itu bagian balik modal juga harus Anda nyalakan sendiri, dan hanya berjalan setelah harga penawaran nyata dimasukkan.
Butuh yang lebih dari sekadar hitungan?
Kalau persoalan Anda menyangkut kasus nyata di perusahaan, kami menyediakan konsultasi dan pelatihan yang disusun khusus, dibawakan langsung oleh expert yang menanganinya sehari-hari.
Konsultasi & layanan korporatPerkiraan awal, bukan pengganti desain teknis. Perhitungan ini mengabaikan penurunan kapasitas baterai dari tahun ke tahun, biaya perawatan, dan kemungkinan penggantian inverter di tengah umur pakai. Ketiganya memperpanjang balik modal, bukan memperpendek.