Nominal yang Anda bayar bukan nominal yang jadi listrik. Ada biaya admin dan pajak daerah di tengahnya, dan tarif per kWh berbeda tiap golongan. Bandingkan semua golongan sekaligus untuk nominal yang sama.
Inilah sebabnya nominal yang sama memberi kWh yang sangat berbeda antar rumah. Bukan token yang berbeda, melainkan tarif per kWh golongannya.
Karena ada dua potongan sebelum uang Anda menjadi listrik.
Biaya admin milik kanal pembayaran, bukan PLN. Besarnya berbeda tiap minimarket, bank, atau dompet digital, dan uang ini tidak pernah masuk ke meteran.
Pajak daerah PBJT yang dipungut atas konsumsi tenaga listrik. Inilah yang di struk sering tertulis PPJ.
Satu hal teknis yang sering salah: PBJT dihitung dari nilai jual tenaga listrik, bukan dari nominal token. Jadi membalikkannya harus dengan membagi (1 + tarif), bukan mengalikan (1 - tarif). Pada tarif 10 persen, kedua cara itu berbeda sekitar satu persen, cukup untuk membuat hasil meleset dari struk.
Secara hukum, PPJ sudah tidak ada. Pajak Penerangan Jalan berdasarkan UU 28/2009 hanya boleh dipungut sampai 12 Desember 2021, menyusul putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 80/PUU-XV/2017.
Penggantinya adalah PBJT atas Tenaga Listrik menurut UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, beserta PP Nomor 4 Tahun 2023. Daerah wajib menyesuaikan perda paling lambat 5 Januari 2024.
Batas tarifnya 10 persen untuk konsumsi umum termasuk rumah tangga, 3 persen untuk industri, pertambangan, serta minyak dan gas, dan 1,5 persen untuk listrik yang dihasilkan sendiri.
Struk PLN dan banyak artikel masih menulis PPJ, jadi kalau Anda melihat istilah itu di struk, yang dimaksud adalah pajak yang sama.
Karena tarifnya ditetapkan tiap kabupaten dan kota lewat perda masing-masing, dan tidak ada kompilasi nasional yang bisa dipertanggungjawabkan. Menyusunnya sendiri dari 500-an perda menghasilkan daftar yang cepat basi tanpa pemberitahuan terpusat.
Kami sengaja tidak memasang rata-rata nasional. Kalaupun datanya lengkap, rata-rata adalah statistik yang salah untuk hal ini. Tarif PBJT adalah pilihan kebijakan dari sekumpulan angka bulat seperti 3, 5, 7, 8, dan 10 persen. Rata-ratanya akan menghasilkan angka seperti 7,4 persen yang tidak dipakai satu daerah pun, sehingga setiap pengguna salah, hanya besar kecilnya yang berbeda.
Cara paling tepat: baca dari struk Anda sendiri. Struk token mencantumkan nominal, PPJ atau PBJT, dan jumlah kWh. Bagi nilai pajaknya dengan nilai jual tenaga listrik, lalu kalikan seratus, dan Anda mendapat tarif daerah Anda yang persis. Isikan angka itu di sini, dan seluruh perhitungan berikutnya akan cocok dengan struk.
Selama belum diisi, alat ini memakai batas maksimum 10 persen. Itu bukan tebakan tentang daerah Anda, melainkan pilihan sadar agar hasilnya menjadi perkiraan paling hemat, sehingga token yang keluar tidak pernah lebih sedikit dari yang ditampilkan.
Pada nominal yang lazim, tidak.
UU Nomor 10 Tahun 2020 menetapkan tarif tunggal Rp10.000 dan hanya untuk dokumen yang menyatakan jumlah uang di atas Rp5.000.000, berlaku sejak 1 Januari 2021. Pembelian token Rp20 ribu sampai Rp1 juta berada jauh di bawah ambang itu.
Banyak artikel masih menyebut meterai dikenakan untuk token di atas Rp200 ribu atau Rp250 ribu. Angka itu memakai UU 13/1985 yang sudah dicabut, beserta tarif Rp3.000 dan Rp6.000 yang juga sudah tidak berlaku. Kalau struk Anda mencantumkan meterai pada nominal kecil, itu layak ditanyakan ke penjualnya.
Supaya perbandingannya jujur. Golongan 450 VA dan 900 VA bersubsidi membayar Rp415 dan Rp605 per kWh, jauh di bawah tarif nonsubsidi, sehingga nominal yang sama memberi kWh berkali lipat.
Perlu ditegaskan, golongan ini tidak bisa dipilih. Penetapannya mengikuti data penerima subsidi pemerintah, bukan permintaan pelanggan. Daftar ini ada untuk menjelaskan kenapa angka tetangga bisa jauh berbeda, bukan sebagai pilihan yang bisa diambil.
Butuh yang lebih dari sekadar hitungan?
Kalau persoalan Anda menyangkut kasus nyata di perusahaan, kami menyediakan konsultasi dan pelatihan yang disusun khusus, dibawakan langsung oleh expert yang menanganinya sehari-hari.
Konsultasi & layanan korporatPerkiraan, bukan kutipan resmi PLN. Tarif listrik ditinjau tiap triwulan dan tarif PBJT berbeda tiap daerah. Kalau hasil di sini berbeda dari struk Anda, yang benar adalah struk Anda, dan selisihnya hampir selalu terletak pada tarif PBJT daerah atau biaya admin kanal pembayaran.