Login / Daftar
Server Fisik, Virtual, atau Container? Ini Evolusi Deployment Aplikasi 1:00
0:00
1:00

Server Fisik, Virtual, atau Container? Ini Evolusi Deployment Aplikasi

Bayu Ardian Senior Application Support Specialist di salah satu bank terbesar di Indonesia 1 Batch 1 Kelas
Dulu satu server fisik hanya menjalankan satu sistem operasi. Lalu muncul virtualisasi dengan hypervisor yang membuat satu server fisik bisa menjalankan banyak OS sekaligus. Kini ada container yang mengemas aplikasi beserta dependency dan environment-nya secara terisolasi. Bayu Ardian menjelaskan perjalanan arsitektur deployment dari tradisional, virtual, sampai container, dan kenapa pendekatan container membuat aplikasi jauh lebih fleksibel untuk diskalakan saat trafik naik. Expert: Bayu Ardian. Materi ini bagian dari kelas "DevSecOps & Arsitektur Infrastruktur Aplikasi" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/ops/ #Container #Docker #Kubernetes #Virtualisasi #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

materi. Nah, tadi sudah saya sempat singgung arsitektur tradisional apa ya pada umumnya seperti komputer rumahan ya. Jadi satu hardware cuma bisa diinstal diinstal satu OS. Nah, kalau virtual yang tadi sudah disebutkan jadi satu server fisik bisa memuat lebih dari satu OS OS aplikasi karena ada teknologi hyperviser tadi. Nah, yang kontainernya tadi sudah saya contohkan. Eh, jadi di dalam dia lebih mengecilkan scop-nya lagi dalam level eh docker tadi. Jadi dalam satu OS virtual bisa kita instal OS-OS lagi lebih banyak sesuai kebutuhan dari si aplikasi yang akan kita buat. Dan yang kelebihannya tadi ketika ada kebutuhan traffic tinggi atau apa kita bisa scale up scale down-nya lebih fleksibel. [musik] Yeah.