Login / Daftar
LVGO, HVGO, dan Slop Wax: Tiga Produk Kolom Vakum dan Ke Mana Perginya 1:05
0:00
1:05

LVGO, HVGO, dan Slop Wax: Tiga Produk Kolom Vakum dan Ke Mana Perginya

Abyadh Basyari Fahmi Process Engineer | 5 Years in Petrochemical Industry | Optimization & Simulation 3 Batch 1 Kelas
Kolom vakum di kilang tidak mengeluarkan satu produk. Pada contoh yang dibahas di klip ini, tiga produk ditarik dari tray yang berbeda, dan masing-masing punya tujuan proses lanjutan sendiri. LVGO atau Light Vacuum Gas Oil punya titik didih antara 350 sampai 400 derajat Celsius. Produk ini biasa dipakai sebagai bahan bakar diesel atau umpan hydrocracking. HVGO atau Heavy Vacuum Gas Oil punya titik didih di atas 400 derajat Celsius, dan umumnya dikirim ke Fluid Catalytic Cracking. Slop wax adalah komponen berat dan kontaminan, contohnya asphaltene dan logam. Di lembar spesifikasi yang tampil di layar, ketiganya ditarik dari tray nomor 4, 8, dan 11, sementara vacuum resid keluar dari dasar kolom. Jadi yang menentukan sebuah aliran disebut LVGO, HVGO, atau slop wax bukan namanya, melainkan dari tray mana ia diambil dan pada rentang titik didih berapa. Expert: Ir. Abyadh Basyari Fahmi, S.T., M.T. Materi ini bagian dari kelas "Oil & Gas Simulation using Aspen HYSYS" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/ogs/ #KolomVakum #LVGO #HVGO #SlopWax #AspenHYSYS #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Nah, untuk penjelasannya LVGO itu apa? LVGO itu adalah like vacuum gas oil ya. Di mana itu titik didihnya kisar antara 350 sampai dengan 400. Lalu itu juga biasa digunakan untuk bahan bakar diesel ya atau hydrocracking. Ini untuk proses lanjutannya ya kalau hydrocracking. Oke, jadi mainly biasanya untuk diesel ya teman-teman. So, karena diesel kan dia butuh power yang tinggi ya. So, rantai C-nya panjang. Jadi untuk melepas atau mengcamb ya atau pambus itu apa bahasanya ya combusion ya daripada si temperatur diesel yang energinya besar dia butuh temperatur yang tinggi juga untuk memecah si rantai C-nya itu agar menjadi energi ya. So selanjutnya yang kedua adalah heavy vacuum gas oil atau HFCO di mana ini titik-titinya di atas 400 derajat Celcius ya normalnya untuk fluid catalytic cracking ya atau nafta biasanya. Nah, selanjutnya ketiga adalah slopex ya. Di mana slopex ini adalah komponen berat atau kontaminasi ya teman-teman. Bisa dilihat sini contohnya adalah aspal t ataupun logam. Misalnya kita input logam tadi ya. Okay. [musik]