Login / Daftar
Kenapa Jangan Andalkan Google Scholar untuk Riset Ilmiah? 1:11
0:00
1:11

Kenapa Jangan Andalkan Google Scholar untuk Riset Ilmiah?

Rony Sandra Yofa Zebua Researcher - Educator - Consultant - Entrepreneur 5 Batch 5 Kelas
Banyak yang mengira Google Scholar sudah cukup untuk mencari referensi penelitian. Padahal kualitas hasil literature review sangat bergantung pada kualitas literatur yang kita gunakan. Google Scholar mencampur banyak artikel, termasuk yang tidak melalui proses peer review, sehingga kita harus menyaring sendiri mana yang benar benar berkualitas dari ribuan hasil. Untuk kebutuhan publikasi ilmiah, lebih aman memilih database yang memang terkurasi, karena editor jurnal pun menilai kualitas sebuah tulisan dari referensi yang digunakannya. Expert: Rony Sandra Yofa Zebua. Materi ini bagian dari kelas "Pemanfaatan AI untuk Artikel Jurnal Ilmiah" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim atau instansi: https://taalenta.id/aij/ #RisetIlmiah #GoogleScholar #JurnalIlmiah #LiteratureReview #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Sebenarnya kita tidak membatasi ketika kita mau menggunakan database apapun. Tetapi kalau menggunakan database apapun dalam tanda kutip kita harus mampu menyaring. Menyaring dari yang ada. Kita harus tahu bagaimana menentukan sebuah artikel itu berkualitas atau tidak. Kalau kita mendapatkan 1000 artikel, berarti 1000 artikel itu yang kita periksa. mana yang berkualitas, mana tidak. Nah, tentunya itu sangat berat sekali. Lebih enak kalau kita langsung menggunakan database yang berkualitas sehingga kita tidak perlu direpotkan lagi dengan menyeleksinya, memfilter mana artikel yang berkualitas, mana artikel yang tidak berkualitas. Contohnya di GoGolar tercampur itu semuanya. artikel-artikel yang tidak ada preview-nya atau artikel-artikel mungkin bukan artikel yang penting kita submit saja di suatu tempat kita sebutkan itu sebagai artikel maka itu juga terindeks di Google Scholar. [musik]