Login / Daftar
Jangan Percaya AI 100 Persen, Jangan Menyanggah 100 Persen Juga 0:51
0:00
0:51

Jangan Percaya AI 100 Persen, Jangan Menyanggah 100 Persen Juga

Rony Sandra Yofa Zebua Researcher - Educator - Consultant - Entrepreneur 5 Batch 5 Kelas
Dua sikap yang sama-sama menyesatkan saat memakai AI: menelan jawabannya bulat-bulat, dan menolaknya bulat-bulat. Yang dipakai bukan salah satu di antaranya, melainkan validasi dan konfirmasi terhadap apa pun yang diberikannya. Ada jebakan yang jarang disadari. Ketika kita bertanya di luar bidang yang kita kuasai, lalu menilai jawabannya salah atau benar hanya dengan pengetahuan umum, penilaian itu belum tentu berpijak. Bisa jadi yang bermasalah bukan jawabannya, melainkan pertanyaan kita: karena tidak menguasai bidangnya, kita tidak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya sedang dicari. Kalau perintah yang kita masukkan asal-asalan, jawabannya juga akan asal-asalan. Itu wajar. Expert: Rony Sandra Yofa Zebua Materi ini bagian dari kelas "AI untuk Pendidik (Guru & Dosen)" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/aig/ #PromptAI #ValidasiInformasi #EtikaAI #AIuntukPendidik #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

itu pengaruhnya. Kemudian kita juga meng-cross check informasi itu. Apapun yang diberikan kita tidak boleh 100% percaya dan tidak boleh 100% menyanggah. Konsepnya adalah validasi dan konfirmasi. Jangan sampai begini. Kita bukan tenaga kesehatan. Kita bertanya sebuah penyakit kepada AI. Lalu dengan pengetahuan umum kita, kita sampaikan bahwa AI salah. atau AI benar. Bisa jadi itu karena prom kita karena kita tidak menguasai bidang itu sehingga kita tidak bisa menjelaskan kepada eh apa yang seharusnya dicari yang sesuai dengan itu. Akhirnya kita asal-asal masukkan prom ya juga asal-asal menjawab. Ya, wajar seperti itu. [musik]