Login / Daftar
No-Code, Vibe Coding, atau AI-Assisted: Mana yang Cocok untuk Kamu? 0:53
0:00
0:53

No-Code, Vibe Coding, atau AI-Assisted: Mana yang Cocok untuk Kamu?

Sultan Aulia Associate Expert taalenta bidang artificial intelligence dan Inovasi Produktivit 34 Batch 18 Kelas
Pendekatan ketiga setelah no-code dan vibe coding adalah AI-assisted coding. Ini dipakai orang yang memang bekerja sebagai developer dan menulis kode sendiri, lalu AI berperan sebagai pembantunya. AI-assisted berguna saat developer menemui bug, sedang dikejar waktu, atau butuh pihak kedua untuk menganalisis kodenya. Konsekuensinya, pendekatan ini menuntut basic knowledge pemrograman lebih dulu supaya benar-benar bisa dipakai. Buat yang non-teknis, dua pendekatan pertama yang lebih cocok: no-code untuk yang ingin serba drag and drop, dan vibe coding untuk yang ingin cukup menulis prompt. Expert: Sultan Aulia. Materi ini bagian dari kelas "AI GPT & Manus untuk Akademik dan Perkantoran" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim atau perusahaan: https://taalenta.id/mai/ #NoCode #VibeCoding #AICoding #BelajarCoding #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

ketiga itu adalah EHI assisted. Nah, kalau EHS itu mereka-mereka yang memang ee apa ya? Mereka-mereka yang memang kerjanya tuh sebagai developer gitu ya, yang nulis-nulis kode gitu, nulis-nulis program. Nah, itu dibantu sama AI ketika dia misalkan ngalamin bug atau ketika dia sedang ee pengin buru-buru gitu ya. Apa ee pengin apa namanya? Pengin ada orang ketiga, orang kedua yang analisa codingannya gitu. itu jadi kayak pembantunya lah si EAI itu AI karena memang kalau AIS itu harus punya dulu gitu basic knowledge-nya baru baru beneran bisa. Cuma kalau untuk yang nontech gitu ya, orang-orang yang nonch nah cocoknya memang di dua ini yang no code dan yang coding gitu. [musik] Yeah.