Login / Daftar
Apa Itu AI Detector dan Kenapa Hasilnya Tidak Bisa 100% Dipercaya? 1:50
0:00
1:50

Apa Itu AI Detector dan Kenapa Hasilnya Tidak Bisa 100% Dipercaya?

Sultan Aulia Associate Expert taalenta bidang artificial intelligence dan Inovasi Produktivit 34 Batch 18 Kelas
AI detector dan Turnitin bekerja dengan dasar yang berbeda. Turnitin membandingkan tulisan dengan indeks karya yang sudah terpublikasi, sedangkan AI detector hanya menilai pola dan struktur kata yang khas dihasilkan model AI. Karena dasarnya pola, bukan sumber, hasilnya tidak pernah bisa 100% akurat. Konsekuensinya dua arah. Tulisan yang benar-benar ditulis manusia bisa ikut tertandai sebagai AI (positif palsu), dan tulisan dari model AI terbaru bisa lolos begitu saja karena detektornya belum mengenali pola model itu. Slide di kelas ini menyebut keduanya secara eksplisit. Yang perlu dipahami: skor AI detector adalah indikasi awal, bukan bukti. Memperlakukannya sebagai vonis berisiko menghukum penulis yang tidak melakukan apa-apa. Expert: Sultan Aulia Materi ini bagian dari kelas "AI & ChatGPT untuk Inovasi Kerja Akademik & Perkantoran (Pemula)" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/gpt/ #AIDetector #Turnitin #GPTZero #KerjaAkademik #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Jadi, AI detector itu apa? Nah, kalau di turn ittin kan itu sebetulnya ter itin pun bisa dikatakan AI lah. Cuman AI-nya itu untuk mendeteksi gitu ee struktur kalimat ini apakah pernah ada sebelumnya ee di indeks di apa? Di indeks di paper-paper yang sudah terindeks gitu ya. Bisa. Iya. Jadi kalau kita sering copy paste itu ketahuan tuh kalau kita menggunakan turn it in tuh. Cuman yang bedanya itu adalah kalau AI detector landasannya itu bukan ee sumber-sumber yang berasal dari indeks-indeks itu. Landasannya itu dia hanya ee mendeteksi struktur kata apakah tingkat EAI-nya itu tinggi atau tidak. Berdasarkan dari apa? berdasarkan dari seberapa sering kata tersebut itu muncul di model-model AI kayak GPT, kayak Grock, kayak Gemini gitu. Jadi bukan bukan ngambil ee ee apa bukan ngambil dari indeks mana gitu. Kalau TR it kan kenapa begitu akurat? Karena dia ngambil sumbernya itu dari indeks gitu. Dari indeks ee apa? Dari indeks paper-paper yang sudah terpublish. Kalau EI detektor itu dia enggak. Jadi makanya tidak bisa 100% akurat gitu. Sehingga menurut saya gitu ya, penggunaan AI detector itu sebetulnya tidak bisa diandalkan 100% dan bahkan ada potensi tulisan yang kita tulis manual pun itu akan terdeteksi oleh AI. cuman tidak