Login / Daftar
Kenapa Limit Claude Cepat Habis di Google AntiGravity? 1:10
0:00
1:10

Kenapa Limit Claude Cepat Habis di Google AntiGravity?

Sultan Aulia Associate Expert taalenta bidang artificial intelligence dan Inovasi Produktivit 34 Batch 18 Kelas
Di AntiGravity kamu bisa pilih model: Gemini, Claude Sonnet, atau Claude Opus. Tapi ada jebakan yang bikin kerja berhenti di tengah jalan. Claude cocok untuk pekerjaan kompleks - terutama desain awal. Masalahnya: baru 3-4 perintah, limit sudah habis, dan kamu harus menunggu 5 jam untuk reset. Gemini lebih tahan: 2-3 jam kerja baru habis. Strateginya: pakai Claude untuk merancang, lalu pindah ke Gemini atau Codex untuk melanjutkan. Jangan habiskan kuota mahal untuk pekerjaan ringan. Expert: Sultan Aulia. Materi ini bagian dari kelas "Agentic AI dengan Google AntiGravity dan Codex" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/gag/ #AntiGravity #Claude #Gemini #AgenticAI

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

EA itu tuh beda-beda ya, Teman-teman. Jadi kalau kalau pekerjaan yang terlalu kompleks gitu kan, itu disarankan untuk membuat desain awalnya itu pakainya model cloud gitu ya. Mau pakai sonet atau Opus gitu ya, bisa dipilih aja salah satu. Cuma e resikonya itu adalah ketika kita sudah mulai memutuskan menggunakan model salah satu ini gitu, limit kuotanya tuh gampang banget habis gitu. Kalau cloud itu baru aja dipakai cuma tiga kali perintah, empat kali perintah, tiba-tiba udah habis gitu. Kita mesti nunggu lagi 5 jam buat diriset. Itu yang bikin malas tuh pakai COD tuh. Sedangkan kalau di model-model kayak gimini lumayan okelah gitu. 2 jam 3 jam kita kerja gitu baru habis limitnya. Kita nunggu lagi beberapa waktu gitu. Jadi makanya saya tuh bahas beberapa aplikasi itu. Jadi kalau limit yang ada di sini tuh sudah habis gitu, kita bisa pindah lagi ke Kodex gitu buat ngelanjutin pekerjaannya meskipun dengan model AI-nya yang berbeda gitu. Yeah.