Login / Daftar
Mitos AI Mahal dan Harus Bisa Coding, Ini Kenyataannya 1:00
0:00
1:00

Mitos AI Mahal dan Harus Bisa Coding, Ini Kenyataannya

Yohannes Tjioe Ahli AI / Kolaborator Siagga.AI 1 Batch 1 Kelas
Ada dua anggapan yang paling sering ditemui di lapangan soal memakai AI untuk bisnis kecil. Pertama, AI dianggap barang mahal yang hanya masuk akal untuk perusahaan besar. Kedua, melatih chatbot dianggap butuh kemampuan coding dan pengetahuan teknis khusus. Di cuplikan ini keduanya dijawab: solusi AI yang terjangkau untuk UMKM bahkan untuk kebutuhan perorangan sekarang sudah banyak, dan proses melatih chatbot jadi jauh lebih sederhana sejak ada teknologi generative AI seperti ChatGPT, Google Gemini, Claude, dan DeepSeek. Expert: Yohannes Tjioe Materi ini bagian dari kelas "Jualan Otomatis Pakai AI, WA & IG Hemat Biaya, Naikkan Omzet!" di Taalenta. Cek jadwal batch berikutnya, akses rekaman lengkapnya, atau ajukan kelas privat untuk tim/perusahaan: https://taalenta.id/jai/ #MitosAI #AIUntukUMKM #GenerativeAI #ChatbotTanpaCoding #Taalenta

Transkrip otomatis, mungkin ada salah kata.

Berikutnya ada kendala di lapangan yang saya lihat ada mitos dan fakta yang saya temukan. Mitos pertama itu saya lihat ee masyarakat umum masih menganggap AI ini barang mahal ya. AI AI itu mahal dan hanya untuk perusahaan besar. Sementara faktanya sekarang banyak solusi AI yang terjangkau untuk UMKM bahkan untuk digunakan oleh kebutuhan perorangan individu. Yang mitos kedua, EAI itu butuh skill coding dan pengetahuan khusus untuk melatih AI chatbot. Sementara sekarang pelatihan chatbot dan implementasi makin mudah dengan teknologi generative AI. Generative AI itu seperti Chat GBT ya, chat GBT, Google Jemini, Cloud atau yang terakhir viral itu dipsik gitu. [musik] Yeah.