Gross, gross up, dan net ditanggung perusahaan, berdampingan dalam satu tabel. Dua di antaranya kini menghasilkan angka yang sama persis, dan itu kebalikan dari yang masih ditulis banyak sumber.
Sudah tidak benar. Aturan itu memang lama berlaku, dan masih ditulis di banyak artikel sampai hari ini, termasuk pada versi pertama halaman kami sendiri.
Yang mengubahnya adalah rezim natura dan kenikmatan lewat PP 55/2022 dan PMK 66/2023. Semua kenikmatan kini menjadi penghasilan bagi penerimanya sekaligus biaya bagi pemberinya. Karena PPh 21 yang ditanggung perusahaan adalah kenikmatan, ia ikut aturan itu.
Materi resmi DJP untuk PMK 168/2023 menyatakannya langsung: PPh 21 yang ditanggung pemberi kerja merupakan penggantian dalam bentuk kenikmatan bagi pegawai dan merupakan objek pemotongan PPh Pasal 21, lalu dihitung secara full gross up.
Akibatnya dikotomi lama antara "ditanggung" dan "ditunjang" runtuh: keduanya sama-sama penghasilan karyawan, sama-sama biaya perusahaan, dan angkanya sama persis.
Tuan G, pegawai tetap PT T, status TK/0. Kebijakan PT T menanggung PPh 21 seluruh karyawan. Agustus 2024 ia menerima gaji Rp51.827.997.
| Penghasilan bruto (full gross up) | Rp65.605.059 |
| PPh 21 (tarif efektif 21%) | Rp13.777.062 |
| Sisanya, persis gaji semula | Rp51.827.997 |
Alat ini mengeluarkan ketiga angka itu persis. Kalau suatu saat tidak lagi cocok, yang berubah seharusnya aturannya, bukan alatnya.
Satu catatan kejujuran. Slide DJP menyebut contoh itu memakai tarif efektif kategori C, padahal TK/0 masuk kategori A menurut tabel di Buku Cermat terbitan DJP sendiri. Angka 21 persen dan seluruh hasilnya tetap cocok memakai kategori A, jadi kemungkinan besar itu salah ketik pada slide. Kami memakai pemetaan dari Buku Cermat.
Bentuk dan administrasinya, bukan hasilnya.
Gross up muncul sebagai tunjangan pajak di slip gaji. Uangnya mengalir lewat pegawai, dan ini yang lazim dipakai kalau kesepakatannya berbunyi "gaji bersih sekian".
Net berarti perusahaan menanggung pajaknya langsung, tanpa komponen tunjangan di slip. Secara pajak hasilnya sama, tapi slip gaji dan perjanjian kerjanya berbeda bunyi.
Yang benar-benar berbeda angkanya cuma gross: di sana pajaknya keluar dari kantong karyawan, sehingga biaya perusahaan lebih kecil dan take home pay karyawan lebih kecil.
Alat ini membandingkan satu masa pajak dan hanya komponen PPh 21-nya. Yang belum masuk:
Perbandingan metode tetap sahih pada masa pajak biasa, tapi biaya setahun penuh perlu memperhitungkan ketiganya.
Butuh yang lebih dari sekadar hitungan?
Kalau persoalan Anda menyangkut kasus nyata di perusahaan, kami menyediakan konsultasi dan pelatihan yang disusun khusus, dibawakan langsung oleh expert yang menanganinya sehari-hari.
Konsultasi & layanan korporatPerbandingan satu masa pajak, bukan nasihat pajak. Pemilihan metode juga menyangkut perjanjian kerja dan kebijakan perusahaan, bukan cuma angka. Untuk keputusan yang mengikat banyak karyawan, pastikan ke konsultan pajak Anda.