Login / Daftar ID | EN
Foto Microstock Ditolak? Ambang Teknisnya Berbeda Tiap Platform
Foto: Pexels
Fotografi Bisnis

Foto Microstock Ditolak? Ambang Teknisnya Berbeda Tiap Platform

Banyak panduan microstock berhenti pada kalimat "penuhi resolusi minimum dan hindari noise". Kalimat itu benar, tetapi tidak bisa dipakai memeriksa satu berkas sebelum tombol unggah ditekan. Angkanya sebenarnya diterbitkan terbuka oleh masing-masing platform, dan angkanya tidak sama.

Tiga platform, tiga satuan "cukup besar"

Hal yang paling sering membingungkan kontributor baru: ketiga platform besar tidak mengukur ukuran dengan satuan yang sama.

Adobe Stock meminta resolusi 4 MP sampai 100 MP, ukuran berkas maksimal 45 MB, format JPEG dengan profil warna sRGB, serta bebas watermark, cap waktu, dan merek.

Shutterstock menerima JPEG dan TIFF dengan minimum 4 MP. Batas unggah lewat peramban 50 MB untuk foto. Dokumentasinya memberi contoh yang enak dipakai memeriksa sendiri: 2.000 x 2.400 piksel sama dengan 4,8 MP dan diterima, sedangkan 1.200 x 3.000 piksel sama dengan 3,6 MP dan ditolak sistem. Megapiksel dihitung dari lebar dikali tinggi, jadi berapa megabita berkas Anda tidak menjawab pertanyaan ini.

Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas Kelas Microstock Ubah Foto Jadi Dollar.

Alamy justru tidak memakai megapiksel sama sekali. Syaratnya berkas di atas 17 MB dalam keadaan terbuka atau belum terkompresi, yang biasanya setara dengan JPEG 3 sampai 5 MB di cakram.

Akibat praktisnya, satu berkas yang lolos di satu tempat bisa gagal di tempat lain, dan itu bukan pertanda fotonya jelek.

Gerbang yang jalan sebelum foto Anda dilihat

Alamy menambahkan dua saringan yang bekerja sebelum penilaian visual dimulai. Pengiriman pertama wajib membawa data EXIF kamera yang valid. Kelas kameranya juga dibatasi: mirrorless atau DSLR atau yang setara, atau ponsel bermerek populer yang rilis 2020 ke atas. Kamera saku dan kamera bridge umumnya tidak lolos.

Daftar alasan penolakan mutu

Shutterstock menerbitkan daftar pemeriksaan mutunya secara terbuka: fokus, eksposur, noise kroma dan luminans, grain film, artefak kompresi, color banding, pikselasi, komposisi, hasil olah pasca, bintik sensor dan debu lensa, pantulan, mutu alih digital, white balance, serta styling.

Satu hal yang jarang disebut panduan populer: di Shutterstock hasilnya tidak selalu berupa diterima atau ditolak. Karya yang lolos syarat legal, kepatuhan, dan metadata tetapi gagal memenuhi ambang mutu minimum akan diterima hanya untuk lisensi data, bukan untuk pasar kreatif. Penolakan penuh terjadi kalau yang gagal justru sisi legal, kepatuhan, atau metadata, atau kalau cacat mutunya parah.

Kenapa satu foto bisa menjatuhkan seluruh kiriman

Alamy menerima lebih dari 100.000 gambar per hari, sehingga pemeriksaan dikerjakan dengan sampel acak. Kalau satu berkas dalam sampel itu gagal, seluruh kiriman yang sedang antre ikut gagal. Riwayat lulus dan gagal juga menentukan peringkat QC berbintang satu sampai lima, dan peringkat satu bintang bisa membekukan kemampuan unggah selama 10 hari.

Karena itu anjuran memeriksa gambar pada 100 persen piksel sebenarnya bukan basa-basi. Pada tampilan yang sudah dikecilkan, noise, guncangan kamera, dan bintik sensor hampir selalu tidak kelihatan.

Soal gambar hasil AI

Alamy menyatakan tidak menerima gambar yang dibuat kecerdasan buatan, baik sebagian maupun seluruhnya, dan akan menurunkan berkas semacam itu bila ditemukan. Alat AI yang meniru fungsi retouch biasa, misalnya peredam noise, masih boleh dipakai pada foto asli. Fitur yang mengubah kenyataan gambar seperti Generative Fill berisiko gagal QC.

Perlu dicatat, semua di atas baru sisi teknis. Penolakan karena perizinan, misalnya wajah yang bisa dikenali tanpa model release, adalah kelompok masalah yang terpisah dengan aturannya sendiri.

Sumber