Login / Daftar

Simulasi Segitiga Eksposur (Bukaan, Rana, ISO)

Bukaan, rana, dan ISO adalah satu sistem: menggeser satu sisi memaksa sisi lain menebusnya. Yang sulit bukan memahami itu, melainkan tahu berapa persis tebusannya, karena hitungannya dalam stop.

Bagikan
Bukaan f/8
f/1.4 lebih terangf/22 lebih gelap

Menentukan seberapa tebal bidang yang tajam. Angkanya berkali akar dua karena yang berlipat dua itu luas lubangnya, bukan diameternya.

Kecepatan rana 1/125
cepat, gerak membekulambat, gerak menggurat

Menentukan gerak dibekukan atau menjadi guratan, sekaligus rawan atau tidaknya goyang tangan.

ISO 100
bersihberderau

Menaikkannya menambah cahaya tanpa menyentuh dua sisi lain, dengan bayaran berupa derau.

Ilustrasi, bukan foto sungguhan. Terangnya sengaja dijaga tetap, jadi yang berubah cuma tiga hal yang memang menjadi taruhan: kelembutan latar, gerak membeku atau menggurat, dan seberapa berpasir gambarnya.

Kombinasi yang pencahayaannya sama persis

Inilah segitiga exposure yang sebenarnya. Semua baris di bawah menghasilkan terang yang identik, tapi fotonya berbeda jauh. Memilih di antaranya adalah keputusan bercerita, bukan keputusan teknis.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu satu stop?

Satu stop berarti cahaya berlipat dua atau berkurang separuh. Itu satuan bersama yang membuat ketiga sisi bisa saling menebus.

  • Rana paling gamblang: 1/125 ke 1/250 memotong waktunya separuh, jadi satu stop.
  • ISO juga gamblang: 100 ke 200 menggandakan kepekaan, jadi satu stop.
  • Bukaan yang membingungkan: f/2 ke f/2.8 itu satu stop, padahal angkanya tidak berlipat dua. Sebabnya yang berlipat dua adalah luas lubangnya, dan luas tumbuh mengikuti kuadrat diameter. Karena itu deretnya berkali akar dua, kira-kira 1,414.

Menutup bukaan satu stop harus ditebus dengan melambatkan rana satu stop, atau menaikkan ISO satu stop. Itu sebabnya menghitungnya di kepala sulit: bukan penjumlahan, melainkan logaritma basis dua.

Kenapa 1/125 ke 1/60 disebut satu stop, padahal bukan dua kali lipat?

Karena angka yang tercetak di kamera adalah pembulatan, warisan era mekanik. 1/125 ke 1/60 sebenarnya 2,083 kali, bukan tepat dua kali. Begitu pula f/11 yang sebenarnya 11,314, dan f/22 yang sebenarnya 22,627.

Alat ini menyimpan dua nilai untuk tiap langkah: label yang Anda lihat di kamera, dan nilai sebenarnya yang dipakai berhitung. Menghitung dari label akan membuat selisih stop meleset sedikit demi sedikit, dan tabel setara di atas jadi tidak konsisten.

Jadi kalau Anda mencocokkan hasil di sini dengan hitungan manual dari angka kamera lalu menemukan beda tipis, yang meleset adalah angka kameranya, bukan alat ini.

EV itu apa, dan perlu saya pakai?

EV atau exposure value adalah satu angka yang merangkum ketiga sisi. Makin besar EV, makin terang adegan yang cocok dipotret dengan setelan itu. EV 15 kira-kira siang terik, EV 12 sekitar hari mendung, dan EV 6 ke bawah sudah wilayah dalam ruangan atau malam.

Anda tidak wajib memakainya. Gunanya di sini cuma satu: dua setelan dengan EV sama pasti menghasilkan terang yang sama, dan itu yang membuat tabel di atas bisa dipercaya.

Kalau terangnya sama, saya pilih yang mana?

Mulai dari sisi yang tidak boleh diganggu gugat, lalu biarkan dua sisi lain menyesuaikan.

  • Ingin latar lembut atau justru semuanya tajam? Bukaan yang dikunci dulu.
  • Subjeknya bergerak, atau tangan Anda yang bergerak? Rana yang dikunci dulu.
  • Cahayanya memang kurang dan dua sisi lain sudah mentok? Barulah ISO dinaikkan.

ISO ditaruh terakhir bukan karena buruk, melainkan karena ia satu-satunya yang menambah cahaya tanpa menukar apa pun secara kreatif. Bayarannya derau, dan derau tidak bisa dikembalikan.

Dasar & peninjauan

Nilai pencahayaan
EV100 = log2(N² / t) − log2(ISO / 100), dengan N f-number sebenarnya dan t waktu rana dalam detik
Deret satu stop
Bukaan berkali akar dua, rana dan ISO berkali dua. Nilai hitung memakai angka sebenarnya, bukan label kamera yang sudah dibulatkan
Akibat tiap setelan
Kedalaman ruang, risiko goyang, dan derau adalah panduan umum, bukan spesifikasi kamera tertentu. Batas aman goyang berbeda menurut panjang fokus lensa dan ada tidaknya stabilisasi
Terakhir ditinjau
3 September 2026

Butuh yang lebih dari sekadar hitungan?

Kalau persoalan Anda menyangkut kasus nyata di perusahaan, kami menyediakan konsultasi dan pelatihan yang disusun khusus, dibawakan langsung oleh expert yang menanganinya sehari-hari.

Konsultasi & layanan korporat

Simulator, bukan pengukur cahaya. Alat ini menghitung hubungan antar setelan, bukan seberapa terang adegan di depan Anda. Untuk itu tetap pakai light meter kamera. Pencahayaan yang tepat juga bergantung pada kompensasi eksposur dan cara kamera membaca bidang.