Setiap kesimpulan audit sebenarnya berdiri di atas sebagian kecil bukti. Auditor hampir tidak pernah punya waktu memeriksa seluruh dokumen, seluruh transaksi, atau seluruh rekaman produksi. Yang diperiksa adalah sampel, lalu laporannya berbicara tentang keseluruhan populasi. Di situ letak risikonya: kalau sampelnya tidak mewakili, kesimpulannya ikut melenceng, dan tidak ada satu baris pun di laporan yang akan memberi tahu Anda hal itu.
Standar sudah mengatur cara menutup celah ini. Bagian itu yang biasanya jarang dibaca sampai selesai.
Enam langkah yang urutannya tidak boleh dilompati
SNI ISO 19011:2018, panduan audit sistem manajemen, memuat urutan sampling di Lampiran A.6.1:
Ingin mendalaminya lebih terstruktur? Taalenta punya kelas Audit Internal Sistem Manajemen Mutu Berbasis ISO 19011.
- menetapkan tujuan sampling
- menentukan cakupan dan komposisi populasi yang akan disampel
- memilih metode sampling
- menentukan ukuran sampel
- melaksanakan aktivitas sampling
- menyusun, mengevaluasi, melaporkan, dan mendokumentasikan hasilnya
Langkah kedua yang paling sering dilewati. Selama batas populasinya belum jelas, angka berapa pun yang Anda ambil sebagai sampel tidak punya arti statistik.
Dua jalur, dan syarat memakai masing-masing
Berbasis pertimbangan (A.6.2). Sampel dipilih dengan mengandalkan kompetensi dan pengalaman tim audit. Standar menyebut enam hal yang layak dipertimbangkan: pengalaman audit sebelumnya pada ruang lingkup yang sama, kerumitan persyaratan termasuk peraturan perundang-undangan, kerumitan dan interaksi antarproses organisasi, tingkat perubahan teknologi atau sistem manajemen, risiko signifikan yang sudah teridentifikasi, serta keluaran dari pemantauan sistem manajemen.
Kelemahannya ditulis terang di standar yang sama: tidak ada estimasi statistik atas pengaruh ketidakpastian terhadap temuan dan kesimpulan audit. Artinya insting boleh dipakai, tetapi hasilnya tidak boleh diklaim punya tingkat keyakinan tertentu.
Berbasis statistik (A.6.3). Pemilihan sampel memakai teori probabilitas, dan bentuknya ada dua dengan peruntukan berbeda:
- Berbasis atribut, ketika hasilnya hanya dua kemungkinan, misalnya sesuai atau tidak sesuai, lulus atau tidak lulus. Cocok untuk menilai kesesuaian formulir terhadap prosedur.
- Berbasis variabel, ketika hasilnya jatuh pada rentang nilai yang bersinambung. Cocok untuk menghitung kejadian insiden keamanan pangan atau jumlah pelanggaran keamanan.
Angka yang perlu Anda pegang: risiko sampling 5 persen setara dengan tingkat keyakinan 95 persen. Artinya Anda menerima kemungkinan 5 dari 100 sampel, atau 1 dari 20, tidak mencerminkan nilai sebenarnya seandainya seluruh populasi diperiksa. Ukuran sampel bergerak mengikuti angka itu, bukan mengikuti selera. Standar juga menyebut enam faktor yang memengaruhi rencana sampling, di antaranya ukuran dan kompleksitas organisasi, jumlah auditor yang kompeten, frekuensi audit, waktu tiap audit, serta tingkat keyakinan yang diminta pihak luar.
Di ranah keuangan, aturannya lebih ketat
Untuk audit laporan keuangan, rujukannya SA 530 (Revisi 2021) Sampling Audit dari Institut Akuntan Publik Indonesia. Ia bagian dari Standar Audit 2021 yang berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022.
Definisinya: penerapan prosedur audit terhadap kurang dari 100 persen unsur dalam populasi audit yang relevan, sedemikian rupa sehingga semua unit sampling memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Pembeda antara sampling statistik dan nonstatistik juga tegas, yaitu pemilihan unsur secara acak dan penggunaan probabilitas untuk menilai hasil sampel termasuk mengukur risiko sampling. Tanpa dua ciri itu, pendekatannya nonstatistik, apa pun sebutannya. SA 530 mewajibkan auditor menetapkan ukuran sampel yang cukup untuk menurunkan risiko sampling ke tingkat rendah yang dapat diterima.
Dua teknik lapangan yang sering tertukar
Materi audit internal berbasis SNI ISO 19011 yang dipakai di lingkungan pemerintahan membedakan dua pola pengambilan:
- Vertical slice: satu sampel diambil lalu diperiksa kesesuaiannya terhadap seluruh elemen sistem
- Horizontal slice: satu elemen sistem dipilih lalu diperiksa terhadap beberapa sampel
Umumnya keduanya dipakai berbarengan. Yang keliru adalah menjalankan satu pola saja lalu melaporkannya seolah cakupannya dua-duanya.
Yang wajib ikut masuk laporan
Pelaporan sampel sebaiknya mencantumkan ukuran sampel, metode pemilihan, estimasi yang dibuat berdasarkan sampel tersebut, dan tingkat keyakinannya. Pada rapat penutup, auditi juga perlu diberi tahu bahwa bukti audit didasarkan pada sampel dari informasi yang tersedia dan karena itu tidak otomatis mewakili keefektifan seluruh proses.
Kalimat penutup semacam itu bukan formalitas. Ia yang menentukan sejauh mana angka di dalam laporan boleh dibawa orang lain.
Topik ini juga dibahas di kelas audit internal berbasis ISO 19011. Kalau lebih enak melihat penjelasannya langsung, ada klipnya di halaman video ini.
Sumber
- Institut Akuntan Publik Indonesia, Standar Audit (SA), daftar resmi termasuk SA 530 (Revisi 2021) Sampling Audit dan tanggal berlaku efektif Standar Audit 2021
- Warta Pemeriksa BPK, Mengenal Standar Audit (SA) 530 untuk Sampel Audit
- Inspektorat Kota Bogor, Audit Internal berbasis SNI ISO 19011:2018
- ISO 9001 Auditing Practices Group, Guidance on Effective Use of ISO 19011, Edisi 2 tahun 2020, ringkasan tiga metode sampling di Lampiran A